Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tidak ada Urgensi Pembentukan Tim yang Diketuai Erick Thohir

Hilda Julaika
20/7/2020 16:50
Tidak ada Urgensi Pembentukan Tim yang Diketuai Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) sebelum mengumumkan pembentukan Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19.(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

DIREKTUR Riset CORE Piter Abdullah menilai pembentukan Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19 tidak mendesak untuk dilakukan. Adanya pembentukan tim baru ini menurutnya mencerminkan belum maksimalnya lembaga dan kementerian terkait yang telah memiliki tugas tersebut. Dalam hal ini, Gugus Tugas Covid-19 dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian.

"Sebenarnya tidak ada urgensi membentuk komite pemulihan ekonomi dan penanganan covid-19 . Kalau saja lembaga yang ada saat ini menjalankan perannya secara optimal," ujarnya pada Media Indonesia, Senin (20/7).

Padahal menurutnya saat ini sudah ada peran koordinasi penanganan covid-19 melalui Gugus Tugas Covid-19. Demikian juga dengan komite pemulihan ekonomi nasional, Indonesia sudah punya Kemenko Perekonomian.

"Menapa tidak dimanfaatkan kelembagaan yang sudah ada? Pembentukan ini juga sekaligus menegaskan Gugus Tugas dan juga kementerian/lembaga tidak bekerja secara baik," imbuhnya.

Ia pun menyebut berdasarkan pengamatannya hingga sejauh ini belum ada negara yang membentuk tim khusus seperti yang diketuai oleh Erick Thohir ini. Karena bisa memanfaatkan lembaga yang sudah ada.

Piter pun tak memungkiri dalam situasi krisis kesehatan dan ekonomi saat ini, sulit untuk memilih skala prioritas di antara kedua hal tersebut. Menurutnya, antara pemulihan kesehatan dan ekonomi harus bisa berjalan beriringan. Yang terpenting kementerian/lembaga yang memiliki tanggung jawab tersebut menjalankan tugasnya dengan baik.

"Sekarang ini sulit untuk memilih mendahulukan kesehatan di atas ekonomi. Kita lakukan lockdown misalnya, dengan kedisiplinan masyarakat yang rendah maka tidak ada jaminan angka kasus akan berkurang. Sementara kalau kita lakukan lockdown, siapa yan akan membantu masyarakat ketika ekonomi kolaps?," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya