Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) melakukan pemantauan di 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK). Hasilnya, tingkat inflasi periode Mei 2020 sebesar 0,07%, atau lebih rendah dibanding April 2020 sebesar 0,08%.
Apabila dihitung sepanjang Januari-Mei 2020, inflasi tercatat rendah, yakni sebesar 0,90%. Dari 90 kota IHK yang dipantau BPS, 67 kota IHK mengalami inflasi. Tanjung Pandan menjadi kota dengan inflasi tertinggi, yakni 1,20%. Hal itu disebabkan naiknya harga daging ayam ras, ikan dan bawang merah.
Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Tanjung Pinang, Bogor dan Madiun masing-masing sebesar 0,01%. Kemudian, 23 kota IHK mengalami deflasi. Luwuk mencatatkan deflasi tertinggi, yakni 0,39%. Adapun deflasi terendah terjadi di Kota Manado sebesar 0,01%.
Baca juga: Jokowi: Penurunan Daya Beli Sebabkan Deflasi Bahan Pangan
"Inflasi Mei 2020 sangat kecil. Jauh kalau dibandingkan dengan inflasi Lebaran tahun lalu, yang jatuh pada Juni sebesar 0,55%. Kita semua menyadari bahwa situasi tidak biasa karena covid-19, menyebabkan pola inflasi pada Ramadan sangat tidak biasa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” papar Kepala BPS, Suhariyanto, dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/6).
“Biasanya pada Idulfitri, permintaan meningkat dan inflasi tinggi. Tapi sekarang ini tidak terjadi, karena memang situasinya tidak biasa. Akibatnya inflasi tahunan rendah 2,19%, jika dibandingkan inflasi Idulfitri tahun lalu 3,28%," imbuh Kecuk, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, dia menyoroti kelompok pengeluaran, dengan sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi paling besar pada periode Mei 2020. Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,87% dan memberikan andil 0,10%.
Baca juga: Meski Bertepatan Ramadan, Inflasi Mei Diprediksi Rendah
Inflasi yang terjadi pada kelompok pengeluaran transportasi disebabkan kenaikan tarif angkutan udara dan tarif kerata api. Tarif angkutan udara berkontribusi pada inflasi sebesar 0,08% dan tarif kereta api memberikan andil 0,02%.
"Meski pemerintah sudah mengimbau tidak mudik, masih ada penumpang yang melakukan perjalanan. Kenaikan tarif angkutan udara antarkota terjadi di 39 kota. Tertinggi di Gunung Sitoli sebesar 38%. Kalau dibandingkan dengan posisi Ramadan tahun lalu, tetap saja inflasi ini sangat rendah," pungkas Kecuk.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi ialah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,32%. Kelompok tersebut memberikan andil sekitar 0,08%. Deflasi disebabkan banyaknya komoditas yang mengalami penurunan harga. Misal, cabai merah yang berkontribusi sebesar 0,07%, telur ayam ras 0,06%, bawang putih 0,05%, cabai rawit 0,03% serta bawang bombay dan gula pasir yang masing-masing memberikan andil 0,01%.
Baca juga: Menkeu: Pandemi Sebabkan Rupiah Alami Tekanan Tinggi
Akan tetapi, terdapat beberapa komoditas yang juga mengalami kenaikan harga dan turut memberi andil pada inflasi. Seperti, bawang merah sebesar 0,06%, daging ayam ras 0,03%, serta daging sapi dan rokok kretek filter masing-masing berkontribusi 0,01%.
Apabila melihat komponen, inflasi Mei 2020 dipengaruhi peranan administered price atau harga yang diatur pemerintah. Kelompok itu mengalami inflasi sebesar 0,67% dan memberikan andil sebesar 0,12%.
"Untuk komponen ini, ada kenaikan tarif angkutan udara yang berkontribusi pada inflasi 0,08%, tarif kereta api 0,02%, rokok kretek filter 0,01% dan bahan bakar rumah tangga 0,01%," katanya.
Pada komponen volatile price, terjadi deflasi sebesar 0,50% dan memberi andil sebesar 0,09%. Itu disebabkan banyaknya bahan makanan yang mengalami penurunan harga. Secara keseluruhan, inflasi Mei 2020 sebesar 0,07% dan inflasi tahunan 2,19% dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara, harga bawang merah dan harga daging ayam. Dilihat menurut komponen, inflasi Mei 2020 disebabkan administered price.
Baca juga: IHSG Awali Perdagangan Pekan Ini dengan Kembali Menghijau
"Melambatnya inflasi terjadi karena beberapa faktor. Pertama, pemerintah sudah bersiap jauh hari, sehingga pasokan pangan relatif terjaga. Di sisi lain, ada penurunan permintaan karena PSBB. Aktivitas sosial menurun, begitu juga dengan pendapatan masyarakat. Dari sisi supply banyak terjadi penurunan produksi akibat masalah bahan baku dan melemahnya permintaan," urai Kecuk.
Dia menekankan tren pelambatan inflasi tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di sejumlah negara. Misal, di Filipina pada April 2020 terjadi deflasi 0,01%, Singapura mengalami deflasi 0,01%, Vietnam mencatat deflasi 1,5% dan Tiongkok terjadi deflasi 0,09%.
"Tren ini sedang terjadi di semua negara. Menjadi PR kita semua bagaimana meningkatkan daya beli masyarakat. Kita harapkan covid-19 ini segera berlalu," tutupnya.(OL-11)
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
AKHIR 2025 publik dikejutkan hasil tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA yang menunjukkan rata-rata nilai mata pelajaran wajib berada pada level yang relatif rendah.
Harga cabai rawit yang sempat membubung hingga Rp75.000 per kg, sekarang Rp38.000 per kg. Pun, cabai besar merah harga jual di pedagang Rp40.000 per kg.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman memberikan pandangan terkait angka inflasi Desember 2025.
Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved