Rabu 13 Mei 2020, 08:07 WIB

Emas Melonjak US$8,8, investor Tunggu Stimulus The Fed

Antara | Ekonomi
Emas Melonjak US$8,8, investor Tunggu Stimulus The Fed

ANTARA
HARGA emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari kerugian dua hari sebelumnya.

 

HARGA emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari kerugian dua hari sebelumnya, di tengah ekspektasi lebih banyak stimulus dari Federal Reserve AS untuk mendukung ekonomi yang terpukul pembatasan virus korona, sementara pelemahan dolar AS juga memberikan dukungan lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik US$8,8 atau 0,52%, menjadi ditutup pada US$1.706,8 per ounce.  Emas berjangka jatuh US$15,9 atau 0,93% menjadi US$1.698 per ounce pada Senin (11/5), setelah terpangkas US$11,9 atau 0,69% menjadi US$1.713,90 per ounce pada Jumat (8/5).

"The Fed akan mulai membeli reksa dana obligasi yang diperdagangkan di bursa efek (ETF) untuk pertama kalinya. Ini besar ... ini lebih banyak stimulus datang ke meja dan semua orang tahu ketika ada lebih banyak stimulus, Anda ingin memiliki lebih banyak emas," kata Michael Matousek, kepala pedagang di US Global Investors.

Bank sentral AS akan mulai membeli saham ETF yang berinvestasi dalam obligasi pada Selasa (12/5) melalui Fasilitas Kredit Korporasi Pasar Sekunder.

Fasilitas ini adalah salah satu dari beberapa alat yang baru-baru ini dibuat oleh The Fed untuk meningkatkan fungsi pasar setelah pandemi.

"Emas selama satu setengah bulan terakhir telah diperdagangkan dalam kisaran sempit," kata Matousek. Ia menambahkan, "salah satu hal positif yang dapat mendorong emas adalah akan lebih banyak stimulus di seluruh dunia."

Baca juga: Pasca Covid-19, Indonesia Segera Jadi Tujuan Investasi

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (12/5]) kembali mendorong The Fed untuk mengadopsi suku bunga negatif, bahkan ketika beberapa anggota bank sentral mengatakan mereka tidak melihat perlunya suku bunga - sekarang mendekati nol - untuk pindah ke wilayah negatif.

Emas telah meningkat lebih dari 12% sepanjang tahun ini karena bank-bank sentral global mengeluarkan gelombang stimulus untuk membatasi kerusakan ekonomi.

Emas cenderung mendapat manfaat dari langkah-langkah stimulus luas karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Indeks dolar, juga dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa-masa yang tidak pasti, turun 0,3% setelah sebelumnya mencapai tertinggi dua minggu.

Ketakutan yang semakin besar akan gelombang kedua infeksi juga mendukung emas ketika kota Wuhan di Tiongkok, tempat pandemi itu berasal, melaporkan kasus baru sejak pengunciannya dicabut.

Pasar juga terus memantau hubungan perdagangan Tiongkok-AS, setelah Trump mengatakan dia tidak tertarik untuk menegosiasikan kembali kesepakatan "Fase 1"

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 2,9 sen atau 0,18%, menjadi ditutup pada US$15,709 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$3,9 atau 0,5% menjadi menetap pada US$777,4 per ounce. (A-2)

Baca Juga

Ist/Sariraya

Kerja Sama RI-Jepang, Peluang UMKM Kembangkan Bisnis ke Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 20:34 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi pelaku UMKM agar memanfaatkan peluang dari perjanjian perdagangan dan...
DOK BRI

Rangkul Fans MLBB, BRI Rilis BRIZZI Edisi Spesial Mobile Legend

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 24 Januari 2021, 18:38 WIB
Saat ini BRIZZI telah menjadi salah satu alat pembayaran atau e-wallet bagi banyak...
Antara

Februari, Daging Sapi Impor Masuk Indonesia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 15:04 WIB
Kementan menyebutkan impor daging sapi bakalan akan datang pada Februari 2021. Upaya impor tersebut untuk menjaga stabilitas harga dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya