Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan harga gula diprediksi turun sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 12,5 ribu per kilogram (kg).
"Untuk gula awal puasa memang Rp 17 ribu per kg. Namun sudah turun hingga titik Rp 14 ribu per kg. Akhirnya harga gula akan mencapai Rp 12,5 ribu per kg targetnya," ujar Syahrul dalam diskusi virtual, Selasa (5/5).
Penurunan harga gula, lanjut Syahrul, dipastikan terjadi pada pekan kedua Ramadan, atau sekitar pertengan Mei.
Baca juga: Jamin Bahan Pokok, Kemendag Optimalkan Relokasi Anggaran
"Di semua atau minggu awal memasuki puasa selalu ada dinamika harga. Biasanya harga naik, namun di minggu kedua akan surut," imbuh Syahrul.
Pusat Informasi Harga Pangan (PIHPS) Nasional menunjukkan harga gula masih pada level Rp 17,9 ribu per kg. Syahrul menekankan distribusi gula ke sejumlah daerah sudah dilakukan. Tujuannya, memenuhi kebutuhan dan menurunkan harga gula.
"Untuk gula distribusi sudah dilakukan. Tetapi dilakukan dilakukan oleh kementerian lain. Semoga dengan ini cepat turun (harganya)," pungkasnya.(OL-11)
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Gula dapat ditemukan secara alami pada makanan seperti buah, sayur, dan susu, maupun ditambahkan ke berbagai produk olahan sebagai gula tambahan.
Riset menemukan konsumsi fruktosa dapat memicu sel imun bereaksi lebih kuat terhadap racun bakteri, meningkatkan risiko peradangan bahkan pada orang sehat.
Food Policy Fellowship 2025 yang diselenggarakan oleh Pijar Foundation bekerja sama dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, resmi ditutup.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved