Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia saat ini amat dipengaruhi pada kondisi pandemi covid-19. Semakin cepat pandemi itu ditangani, semakin cepat pula pemulihan ekonomi dilakukan dan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Indonesia, hingga kuartal pertama 2020 diprediksi tetap akan tumbuh positif lantaran di Januari hingga awal Maret 2020 ekonomi nasional masih berputar cukup baik. Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal I akan berada dikisaran 4,5% hingga 4,7%.
"Low casting kita, kuartal I masih diperkirakan antara 4,5%-4,7%, ini karena kita rekam dari penerimaan perpajakan kita dan dari berbagai indikator penjualan sampai dengan Maret minggu ke-1 dan menjelang minggu ke-2, itu relatif masiih belum terpengaruh, kecuali sektor tourism yang memang sudah mulai terpukul sejak Januari akibat mulainya penutupan semua flight yang berasal dari RRT," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Kamis (30/4).
Bila prediksi itu benar, maka akan menjadi suatu hal yang positif bagi Indonesia karena bila dibandingkan dengan Amerika Serikat yang telah terkontraksi sangat dalam. Perbandingan dengan AS dilakukan lantaran masuknya pandemi di waktu yang hampir bersamaan.
Sri Mulyani menuturkan, ekonomi Indonesia akan tertekan dan menghadapi tantangan yang berat pada kuartal II dan kuartal III. Itu dikarenakan mulai berlakunya pembatasan gerak sosial serta ekonomi yang akhirnya menghambat aktivitas perekonomian nasional.
Baca juga : Pemberian BLT Indonesia Harus Contoh Seperti Belanda
"Kita tetap waspada karena memang dampak covid ini mulai terasa pada minggu terakhir Maret, dan April-Mei itu merupakan puncaknya. Kalau prediksi mengenai covid itu benar dan bisa dipercaya yang akan berakhir pada Mei, maka Juni atau Juli mulai bettering," jelas Menkeu.
Untuk itu, mengeluarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian akan sangat riskan. Yang ada, kata dia, yakni skenario agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Saat ini, secara menyeluruh, pemerintah menggunakan dasar skenario pertumbuhan ekonomi 2020 akan berada dikisaran 2,3%. Itu diasumsikan pandemi akan berakhir pada Juli 2020. Sedangkan skenario buruknya ialah pertumbuhan ekonomi akan negatif 0,5% dan pandemi akan selesai lebih lama.
"Membuat proyeksi hari ini merupakan sesuatu yang riskan," tuturnya.
Namun ia memaparkan, beberapa lembaga dunia yang mengeluarkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020. International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di angka 0,5%.
Baca juga : Tertekan Pandemi, BUMN Diminta Serap Produk Perikanan
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2,1% dan terburuk ialah -3,5%. Asian Development Bank (ADB) memprediksi Indonesia akan memiliki pertumbuhan 2,5%. Sedangkan embaga pemeringkat Moody's Investor memprediksi Indonesia akan tumbuh 3,0% di 2020.
"Kalau economic inteelegence unit dari negara di G20 hanya 3 negara yang diprediksi masih positif yaitu RRT, India dan Indonesia tapi itu pun pada kisaran 1%," jelas Ani.
Ia menambahkan, ketidakpastian akibat pandemi dan sosial politik global amat berpengaruh pada ekonomi nasional. Itu dapat dilihat dari realisasi asumsi makro APBN 2020.
Inflasi yang dalam APBN diasumsikan 3,10 hingga 30 April 2020 berada di level 0,76; nilai tukar rupiah yang diasumsikan Rp14.400 terhadap dolar AS kini berada dikisaran Rp15.553 per dolar AS; suku bunga yang diasumsikan 5,4% kini hanya 2,5% dan harga minyak mentah yang diasumsikan US$63 per barel kini hanya US$52 per barel.
"Ini adalah konteks indikator ekonomi makro, kalau dillihat sepintas sampai dengan Maret, mungkin tidak terjadi banyak deviasi terutama di growthnya, itu akan terlihat di kuartal yang akan datang. Kalau low casting kemenkeu benar di kuartal I, maka deviasi itu belum terihat dramatisnya dampak covid ini," pungkas Ani. (OL-7)
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 24.702.664 orang, atau meningkat 53,50 persen dibandingkan 2025.
Pemerintah dan pelaku usaha mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri untuk merealisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa tekanan terhadap kelompok kelas menengah bawah menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar khususnya bagi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved