Kamis 30 April 2020, 16:01 WIB

Pemberian BLT Indonesia Harus Contoh Seperti Belanda

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Pemberian BLT Indonesia Harus Contoh Seperti Belanda

MI/Ferdinandus Rabu
Ilustrasi

 

INSTITUTE for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai untuk mencegah terjadiya peningkatan angka kemiskinan karena wabah covid-19, pemerintah memberikan bantuan relaksasi kredit.

Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti, mengatakan relaksasi kredit bisa diberikan berupa penundaan pembayaran cicilan utang dan kemudahan pemberian kredit.

"Agar masyarakat golongan menengah tidak jatuh miskin maka pemerintah harus mengeluarkan peraturan untuk relaksasi kredit dengan catatan harus diatur dengan jelas, bukan sekedar imbauan," kata Eshter saat dihubungi, Kamis (30/4).

Selain itu bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat miskin dan masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) harus tepat dan keluarga yang benar-benar membutuhkan.

"Saran saya masyarakat yang memperoleh BLT adalah masyarakat miskin dan masyarakat yang kena PHK. Tetapi memang perlu prioritas, masyarakat yang paling membutuhkan yang menjadi prioritas," ujar Esther.

Dirinya juga mencontohkan bantuan yang dilakukan pemerintah Belanda kepada masyarakatnya yang dinilai sudah tepat hanya untuk masyarakat miskin.

"Di negara lain seperti Belanda tidak semua masyarakat bisa mendapat BLT. Hanya mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan dan terkena PHK yang memperolehnya," tandasnya.

Sementara, masyarakat yang berada di golongan menengah, Pemerintah Belanda tidak memberikan bantuan karena ada keterbatasan anggaran dari penerintah sehingga harus ada prioritas.

"Tetapi masyarakat golongan menengah dan berwiraswasta terpaksa tidak bisa diberi bantuan, meski mereka tidak bisa kerja atau dapat income selama pandemi ini. Mau tidak mau mereka harus hidup dari tabungannya," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden RI Ma'ruf Amin memprediksi jumlah orang miskin di Indonesia bertambah akibat pandemi Covid-19 karena banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian sebagai dampak dari kebijakan-kebijakan untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

"Banyak orang kehilangan pekerjaan dan banyak warung kecil yang tutup. Jadi, jumlah orang miskin pun makin bertambah. Mungkin di sekitar kita juga banyak orang yang terdampak korona ini," kata Wapres Ma'ruf di Jakarta, Senin (27/4). (OL-2)

 

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Akademisi UI: Ekspor Pertanian Berpotensi Meningkat Tajam

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 04 Juni 2020, 14:52 WIB
Riyanto mengatakan, peningkatan ekspor juga diperkirakan merata dari subsektor komoditas perkebunan hingga komoditi lain seperti...
DOK PEGADAIAN

Pegadaian Peduli Korona, Persembahkan Gadai Peduli

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 04 Juni 2020, 14:04 WIB
Program Gadai Peduli yang kedua, yakni penundaan jatuh tempo lelang yang selama ini 10 hari, akan ditambah menjadi 20 hari, jadi ada...
DOK KEMENTAN

HKTI Dukung Strategi Kementan Siapkan Pangan Saat Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 04 Juni 2020, 13:59 WIB
Berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan), HKTI ikut menyiapkan langkah terkait kesiapan pangan menghadapi pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya