Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pandemi covid-19 menggerus pelaku usaha di industri otomotif. Hingga Kamis (2/4), setidaknya sudah ada dua pabrikan yang melakukan pemberhentian produksi sementara.
"Berdasarkan kondisi dan pertimbangan terkini, terdapat 2 (dua) pabrikan yang telah memutuskan untuk menghentikan sementara produksinya dan 2 (dua) pabrikan lainnya telah menyampaikan rencana penghentian produksi sementara," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transfortasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika di Jakarta, Kamis (2/4)/
Menurutnya, penghentian sementara operasional pabrik umumnya terkait penyebaran virus korona yang menyebabkan permintaan pasar mengalami penurunan tajam. Sehingga akhirnya pabrikan melakukan penyesuaian tingkat produksi dengan permintaan pasar tersebut dengan tetap menjaga kondisi stok barang pada level yang sehat.
Menurut data dari Kemenperin, saat ini dari 12 perusahaan industri otomotif yang telah melaporkan status produksinya ke Kemenperin . Tercatat 50% mengalami penurunan produksi, 25% produksi normal dan 25% pemberhentian produksi.
Sedangkan Per 1 April, lanjutnya, status produksi IMATAP dari 61 perusahaan tercatat 35% produksi normal, 53% mengalami penurunan produksi dan 12% pemberhentian produksi.
Baca juga : Lakukan Proteksi, Pabrik Toyota Tetap Berproduksi
Adapun status per sektor industri IMATAP tersebut terdiri dari Industri sepeda (mengalami 100% penurunan produksi), Industri bermotor roda dua (67% penurunan produksi dan 23% stop produksi), Industri Kendaraan bermotor roda 4 (33% produksi normal, 42% penurunan produksi, 25% stop produksi), Industri kereta dan komponen (100% penurunan produksi), industri perkapalan dan komponen (31% produksi normal, 69% penurunan produksi), dan industri pesawat dan komponen (83% produksi normal, 17% penurunan produksi).
"Selain permintaan pasar yang turun karena Covid-19, terdapat pabrikan yang menyampaikan bahwa kebijakan lockdown di beberapa negara menyebabkan terganggunya supply chain industri otomotif," lanjut Putu.
Meski mengalami penurunan produksi, dari komunikasi bersama pelaku industri dirinya memperoleh informasi bahwa pabrikan tetap menjamin hak-hak bagi pekerjanya.
Baca juga : Kecuali Alat Kesehatan, Produktivitas Industri Turun 50%
"Pabrikan tetap menjamin hak hak bagi pekerjanya (tetap digaji) dan memberikan kewajiban kepada karyawan agar tetap patuh pada arahan pemerintah pusat dan daerah untuk menghindari resiko terinfeksi," pungkasnya. (E-1)
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
Mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan penunjang aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, memilih mobil yang tepat menjadi keputusan penting
Maung tidak hanya sekadar kendaraan militer, tetapi kini bertransformasi menjadi simbol kematangan rekayasa industri nasional.
Peningkatan target IIMS ini sejalan dengan bertambahnya jumlah merek peserta, baik dari kategori kendaraan penumpang, roda dua, hingga industri pendukung lainnya.
Tanpa perlindungan yang tepat, mobil yang sering terpapar cuaca outdoor berisiko mengalami berbagai masalah serius.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved