Jumat 20 Desember 2019, 08:10 WIB

Kementan Gaet Komunitas untuk Pacu Petani Muda

Cahya Mulyana | Ekonomi
Kementan Gaet Komunitas untuk Pacu Petani Muda

MI/VICKY GUSTIAWAN
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementrian Pertanian, Kuntoro Boga Andri.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mendorong pertumbuhan generasi petani dengan menyosialisasikan program dan isu cocok tanam di media sosial. Supaya lebih masif, langkah itu pun melibatkan komunitas kepemudaan, keagamaan, juga startup.

"Kita semua tahu bahwa ketahanan pangan sangat penting sekarang dan masa depan. Maka, Kementan mendorong pertumbuhan generasi petani. Kami menggandeng banyak pihak, termasuk perkumpulan, komunitas, organisasi kepemudaan, keagamaan, hingga startup untuk menanamkan bahwa profesi ini menjanjikan," terang Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, dalam diskusi kelompok terarah (FGD) bertema Menyinergikan potensi media sosial dalam komunikasi pertanian di Kantor Media Indonesia, Jakarta, kemarin.

Pada acara yang digagas Media Group bersama Kementerian Pertanian itu hadir Direktur Utama Spora Pracoyo Wiryoutomo, Duta Petani Muda Ratna Sari Dewi, CEO Good News From Indonesia (GNFI) Wahyu Aji, Pemimpin Redaksi Indonesia Baik Dimas Aditya Nugraha, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Bidang Buruh Tani dan Nelayan Numan Iskandar, Achmad Mukafi Niam dari Nahdlatul Ulama, CEO Aku Petani Indonesia Iftikar Sumalaksana Ekafitroh, dan Sigit Kusumawijaya dari ID Berkebun.

Menurut Kuntoro, Kementan mendorong generasi muda memiliki ketertarikan lebih pada dunia cocok tanam. "Padahal profesi ini menjanjikan, terbukti banyak petani yang sukses, selain turut menjaga kebutuhan masyarakat luas."

Ia mengatakan media sosial merupakan alat yang baik dan mampu menjadi pembawa informasi yang masif untuk generasi muda. Pasalnya, mayoritas kaum milenial memiliki akun dan aktif menggunakan kabel komunikasi kekinian tersebut. "Kita mau menampilkan petani-petani yang keren, yang cantik, yang hebat dan sejahtera," paparnya.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Buruh Tani dan Nelayan Numan Iskandar mengaku bahwa langkah Kementan sudah tepat. Pasalnya, pertanian bagi sebagian masyarakat masih dipandang tradisional, kolot, dan tidak menjanjikan.

"Maka, kami mengenalkan dengan cara yang kami bisa kepada masyarakat khususnya generasi muda Muhammadiyah bahwa bercocok tanam itu mulia. Bahkan, Nabi Muhammad pun kerap bersinggungan dengan pertanian," ujarnya. (Cah/X-10)

Baca Juga

MI/Dok Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo Bagikan Dividen Rp9,5 Triliun kepada Para Pemegang Saham

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 07:45 WIB
Dalam sembilan bulan pertama 2021, total pendapatan Indosat Ooredoo meningkat 12,0% year-on-year (YoY) menjadi Rp23...
Dok. INPP

Jawab Kebutuhan Masyarakat, INPP Fokus Garap Hunian Mixed Use 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 26 November 2021, 23:31 WIB
Sejak 2017, INPP juga melanjutkan pengembangan kawasan mixed-use Sahid Kuta Lifestyle Resort yang sebelumnya terdiri dari beachwalk...
Antara

Tapering Off AS Belum Pengaruhi Pergerakan Suku Bunga BI

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 26 November 2021, 22:25 WIB
The Fed memutuskan untuk mulai melakukan pengurangan pembelian obligasi (tapering off) di bulan November...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya