Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menyatakan kekesalannya terkait dengan neraca perdagangan yang kembali defisit. Ia menyebut berulangnya defisit lantaran ada pihak-pihak yang lebih senang mengimpor dan menghambat transformasi ekonomi dalam negeri, khususnya di sektor energi.
“Ada yang hobinya impor karena untungnya gede sehingga transformasi ekonomi di negara kita mandek gara-gara ini. Kita berpuluh-puluh tahun memiliki masalah besar yang namanya defisit neraca perdagangan gara-gara impor kita lebih besar dari ekspor kita,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, neraca perdagangan Indonesia pada November 2019 tercatat defisit US$1,33 miliar. Defisit itu berasal dari ekspor November sebesar US$14,01 miliar, sedangkan impornya lebih tinggi yakni US$15,34 miliar.
Dalam acara Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional RPJMN 2020-2024 itu, Jokowi menyoroti impor minyak yang per hari mencapai 700.000-800.000 barel.
Dia juga menyoroti impor avtur untuk keperluan dalam negeri. Padahal, crude palm oil dalam negeri bisa dimanfaatkan untuk produksi avtur. Impor yang besar di sektor energi itu jelas membebani transaksi berjalan yang mengakibatkan defisit.
Jokowi menyebut ada pihak-pihak yang bermain dan mencari untung agar ketergantungan impor migas terus berjalan. Presiden mengingatkan agar jangan ada yang menghalangi upaya menghilangkan ketergantungan impor migas.
Pengamat ekonomi senior Enny Sri Hartati mengaku bingung dengan kekesalan Jokowi. Pasalnya, Enny masih mempertanyakan keseriusan Presiden dalam memperbaiki defisit neraca perdagangan. Menurut Enny, jika memahami bahwa defisit neraca perdagangan merupakan persoalan sangat serius, Jokowi seharusnya menunjuk menteri perdagangan yang memahami persoalan.
Pada bagian lain, VP Corporate Communication PT Pertamina Fajriyah Usman memaparkan beberapa perkembangan proyek kilang minyak yang memasuki tahap konstruksi. Di antaranya mengenai RDMP Balikpapan, dengan progres konstruksi dimulai Februari 2019. (Dhk/Ifa/Mir/*/X-6)
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut keinginan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke Undang-Undang lama dinilai tidak lebih dari gimik politik.
PERNYATAAN Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mengenai wacana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK menuai kritik dan terkesan cuci tangan oleh ICW
ANGGOTA Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru menanggapi sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang setuju ingin kembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) versi lama.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Abdullah mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal revisi UU KPK
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
BPS Targetkan Verifikasi 106 Ribu Peserta PBI-JKN Penyintas Penyakit Kronis Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dan memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved