Sabtu 07 Desember 2019, 17:26 WIB

Andalkan Menu Ayam, Kaesang Kembangkan Bisnis Kuliner

mediaindonesia.com | Ekonomi
Andalkan Menu Ayam, Kaesang Kembangkan Bisnis Kuliner

Istimewa
Kaesang Pangarep membuka gerai restoran Yang Ayam di Jakarta.

 

MENGANGKAT kuliner nasional dengan memadu serta memadankan teklh menjadi ide utama dari Kaesang Pangarep dalam berwirausaha. Kaesang turut mengenalkan kuliner Indonesia dengan menjajikan di restoran Yang Ayam yang berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

“Orang Indonesia suka dan enggak pernah bosan dengan ayam. Setiap wilayah punya menu olahan daging ayam dengan kekhasannya masing-masing. Menu daging ayam tersedia mulai mulai resto mewah hingga kaki lima, dan semua laris terjual,” ujar Kaesang saat peluncuran outlet pertamanya di Tanjung Duren Barat, Jakarta Barat, Sabtu (7/12).

“Kami yakin, jika variasi baru hadir, masyarakat akan tertarik dan menyukainya. Yang Ayam hadir untuk yang tersayang,” ujar Kaesang yang terus serius menekuni bisnisnya.

Yang Ayam menyediakan sambal andalan, Sereh Api dan Bara Api, dengan ragam menu di kisaran harga yang sangat terjangkau dan  dapat dinikmati bertemankan Cincau Soda serta Sawadi Cup (dalam bahasa Thai berarti  teh susu). 

Menurut Kaesang, yang jadi pembeda gerainya adalah penggunaan bumbu marinasi khas Kalasan yang manis, dipadu dengan gurihnya tepung serta sambal bara api dan sereh api.

Putra bungsu Presiden RI Joko Widodo ini sebelumnya telah memperkenalkan dagangan barunya melalui rangkaian cuitan di akun Twitter-nya.

 Berdirinya kedai di Tanjung Duren mendahului rencana awal Kaesang yang sempat menyebut akan menggelar peluncuran pada awal tahun depan. Pihaknya berencana, di tahun depan Yang Ayam akan menjangkau Jabodetabek melalui 60 hingga 100 gerai.

 “Usaha kuliner selalu prospektif karena dalam situasi apapun, orang selalu membutuhkan makanan. Selain itu, bisnis ini juga melibatkan banyak orang, pemasok, serta perusahaan pendukung. Manfaatnya terasakan oleh banyak orang,” ujar Kaesang.

Bisnis kuliner yang peduli UMKM

Sebelumnya Kaesang dengan menggandeng sejumlah pihak juga telah merintis Sang Pisang pada 2017 yang hingga pengujung tahun ini telah menjangkau 32 kota dengan jumlah 84 outlet diseluruh Indonesia.

Sementara Ternakopi yang hadir April tahun ini, telah membuka tak kurang dari 30 gerai se-Jabodetabek. Bersama kakaknya, Gibran Rakabuming, serta juru masak Arnold dan Randy Julius, Kaesang merilis Mangkok Ku dengan sajian aneka rice bowl, yang tengah berupaya melebarkan sayap hingga ke Australia. 

 Selain itu, terdapat pula makanan ringan kemasan Kemripik  yakni camilan dengan ragam rasa makanan khas Indonesia seperti nasi goreng dan seblak. Masih bersama sang kakak, dirinya mengembangkan pula bisnis rintisan aplikasi pemesanan makanan Madhang.Id.

Tak hanya kuliner semata, karena belum lama atau 28 November lalu, Kaesang meluncurkan HEBAT yang kepanjangannya adalah PT Harapan Bangsa Kita, sebuah akselarator yang berfokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menggandeng askelerator GK–Plug n Play, HEBAT coba menjadi kawah candradimuka bagi UMKM hingga mereka mapan secara permodalan, hadir di dunia maya alias jika sebelumnya masih offline bertransformasi menjadi online, sekaligus semakin inovatif dan mempunyai daya saing.

“Saat ini banyak hadir akselarator menjaring bisnis rintisan dengan kapital yang sudah cukup mapan dan paham memanfaatkan teknologi informasi. Sedikit berbeda, yang akan kami bantu naik kelas adalah UMKM,” ungkapnya. (OL-09)

Baca Juga

Antara/Puspa Perwitasari

Nilai Tukar Rupiah Terdampak Kebijakan PPKM

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 26 Januari 2021, 17:55 WIB
Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya pemerintah provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan...
MI/RAMDANI

Peran OJK Lawan Dampak Pandemi Covid-19

👤M Ilham Ramadhan 🕔Selasa 26 Januari 2021, 17:47 WIB
OJK akan terus mengeluarkan kebijakan yang selaras dengan agenda pemulihan ekonomi...
Antara/Aditya Pradana

Neraca Dagang Surplus, Mendag Khawatirkan Sektor Produksi

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 26 Januari 2021, 16:34 WIB
Mengingat, sektor produksi di Tanah Air masih tergantung dengan bahan baku impor. Sementara itu, kinerja impor barang pada tahun lalu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya