Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI salah satu perusahaan dari 144 perusahaan teknologi keuangan (fintech) peer to peer lending (P2P) yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Pintar Inovasi Digital melalui platform Asetku gencar melakukan inovasi guna memberikan jasa dan pelayanan terbaik kepada pengguna aplikasi.
Aplikasi yang menghubungkan antara pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower) berkualitas dari marketplace kini menyediakan produk pendanaan dengan jangka waktu yang lebih lama.
Andrisyah Tauladan, Direktur Asetku, mengatakan, dengan adanya beragam pilihan, pengguna dapat memilih produk pendanaan yang paling sesuai dan cocok dengan kebutuhannya masing-masing. Tiap produk tentunya memiliki dana awal, return rate, dan jangka waktu pendanaan yang berbeda yang dapat pengguna sesuaikan.
"Jangka waktu pendanaan yang kami punya sebelumnya singkat-singkat, tetapi kami melihat adanya kebutuhan maupun permintaan masyarakat, kini kami menyediakan produk dengan tenor yang lebih lama yaitu 2 bulan dan 3 bulan," kata Andrisyah dalam keterangannya, Kamis (7/11).
Pendanaan dengan jangka waktu lebih lama tentu memberikan keuntungan yang lebih besar kepada pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman yang ingin mengembangkan dana menganggur dengan cara meminjamkan kepada peminjam yang telah terseleksi akan mendapatkan return rate pada pendanaan berjangka waktu 2 bulan sebesar 20% pa dan 21% pa untuk pendanaan berjangka waktu 3 bulan.
"Return rate bisa lebih tinggi menjadi 22% jika pengguna punya kupon tambahan interest 1% yang bisa di dapatkan pengguna dengan cara mengajak teman pendanaan di Asetku," imbuhnya.
Bukan hanya memberikan pilihan pendanaan dengan jangka waktu yang bervariatif, Asetku juga berinovasi dalam mengembangkan user experience (UX) dan user interface (UI) pada aplikasi. Untuk meningkatkan kepuasan dan memaksimalkan pengalaman pengguna, Asetku menambahkan fungsi-fungsi baru untuk mempermudah transaksi.
"Kami meyakini aplikasi Asetku merupakan salah satu aplikasi P2P termudah dan user friendly. Mudah di akses dan tidak membingungkan bahkan untuk pemula. Kemudahan bertransaksi dengan versi terbaru diharapkan dapat meningkatkan jumlah transaksi pendanaan," ujar Andrisyah.
Baca juga: Pemasaran Emerald Park Tahap Pertama Ludes dalam Sehari
Di sisi lain, Asetku telah berhasil menyalurkan dana sebesar Rp4,2 triliun sejak berdiri hingga awal November 2019. Penyaluran dana kepada lebih dari 2 juta peminjam yang telah terseleksi melalui kerja sama dengan marketplace seperti Akulaku dan Bukalapak.
"Kami melihat perkembangan penyaluran dana tiap bulan dari pemberi pinjaman Asetku kepada peminjam cukup memuaskan. Akhir 2018, dana yang tersalurkan di Desember sekitar Rp65 miliar, pada April 2019 sekitar Rp185 miliar, Agustus 2019 sekitar Rp700 miliar hingga Oktober 2019 mencapai Rp850 miliar," katanya.
Perkembangan penyaluran dana tersebut menunjukkan sudah semakin banyak masyarakat yang mengenal hingga melakukan transaksi pendanaan di fintech P2P lending, khususnya Asetku. Di akhir Kuartal IV 2019, Asetku menargetkan bisa menyalurkan total akumulasi dana sebesar Rp5 triliun dan optimistis dapat mencapai lebih jika melihat total pendanaan hingga bulan ini.
"Kerja sama dengan marketplace menjadi pintu kami untuk menyeleksi kualitas peminjam yang membutuhkan dana tunai untuk berbagai kebutuhan. Karena minat pemberi pinjaman kami cukup tinggi, kami sangat terbuka menjalin kerja sama untuk mendapatkan rekomendasi calon peminjam," lanjut Andrisyah.
Dalam setahun terakhir Asetku aktif mengenalkan industri fintech P2P melalui sosialisasi di berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya mewujudkan misi OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Indonesia.
Komitmen Asetku dalam mewujudkan misi tersebut dilakukan dengan turut andil di berbagai ajang, salah satunya Indonesia Fintech Show 2019 yang berlangsung selama tiga hari, 6-8 November 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.
Dalam acara tersebut, Asetku memberikan promo dan merchandise menarik yang sayang untuk dilewatkan. Acara ini menjadi wadah untuk menggali wawasan seputar Fintech P2P Lending, khususnya Asetku. Andrisyah juga menjadi salah satu panelis di diskusi bertema'The Potential of Collaboration Peer-to-Peer Lending with Bank & E-Commerce'.
"Kami melihat adanya peluang bisnis jumlah peminjam individu terutama untuk cash loan, karenanya bisnis model kami bekerja sama dengan berbagai marketplace sebagai sumber borrowers. Kolaborasi antara bank dan e-commerce dengan fintech P2P lending memang diperlukan untuk perkembangan bisnis," pungkasnya. (RO/OL-1)
Dukungan serta layanan Amartha juga telah menciptakan lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024 oleh mitra UMKM Amartha.
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 resmi berakhir dengan catatan penting berupa menguatnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Shopee 10 tahun dorong UMKM, brand lokal, dan kreator tumbuh digital
Menko Airlangga menegaskan bahwa sektor digital kini berkedudukan sebagai mesin ketiga (third engine) pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski pembayaran nontunai kian dominan, pelaku industri menilai ketersediaan uang tunai tetap menjadi elemen penting.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Pemerintah tengah bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), gelombang pendataan nasional yang menjadi fondasi penting dalam membaca denyut ekonomi Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved