Kamis 07 November 2019, 22:41 WIB

Pemasaran Emerald Park Tahap Pertama Ludes dalam Sehari

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Pemasaran Emerald Park Tahap Pertama Ludes dalam Sehari

Dok. Emerald Land
Antrian konsumen Emerald Park

 

MINAT masyarakat terhadap unit-unit rumah pada klaster pertama Emerald Park terbilang cukup tinggi.

Terbukti, saat pemasaran perdana bertajuk ‘Pemilihan Unit Prioritas’, Sabtu (2/11), di Gallery Marketing Emerald Land Development, Jalan Raya Pinayungan, Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebanyak 100 unit hunian ludes terjual dalam waktu sehari. 

President Director Emerald Land Development Dodi Pramono mengatakan, wilayah Karawang Barat yang notabene sebagai kawasan industri dengan jumlah pabrikan skala besar seperti Astra Internasional memang menjanjikan potensi pasar hunian cukup besar.

Karenanya, pemasaran perdana Emerald Park terbilang amat sukses, bahkan megalami over permintaan.

“Saat Pemilihan Unit Prioritas, saya cukup surprise karena banyak konsumen yang melirik Tipe Sapphire yang ditawarkan seharga Rp600 jutaan per unit. Saya pikir, mereka hanya akan memilih Tipe Amethyst dengan harga yang lebih terjangkau yaitu Rp380 jutaan per unit,” ungkap Dodi dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga : Kadin Minta Pemerintah Tambah Kuota FLPP

Menurut dia, hal tersebut menegaskan bahwa daya beli masyarakat di kawasan Karawang Barat tergolong masih kuat. Selain itu, pilihan tipe ini tergolong ideal bagi kebutuhan hunian pasangan keluarga muda. Selama ini animo masyarakat di sekitar proyek memang cukup tinggi.

“Buktinya, jumlah permintaan melalui Nomor Urut Pemesanan (NUP) yang mencapai 130 unit. Padahal pada pemasaran sesi pertama, kami hanya menawarkan sebanyak 100 unit. Ini artinya, masih ada 30 calon konsumen yang antre dan harus rela menunggu hingga penawaran sesi berikutnya. Sesuai rencana, pemasaran sesi kedua baru akan kami dibuka pada Desember 2019,” ujar dia. 

Melihat tingginya animo masyarakat, Dodi pun optimistis bahwa Klaster Emerald Park tahap pertama akan selesai dalam waktu singkat.
Kawasan hunian tapak yang akan mencakup lebih dari 1.000 unit rumah dan ruko ini dikembangkan dalam dua tahap pembangunan. Pertama akan membangun sebanyak 500 unit dan sisanya di tahap berikutnya.

“Estimasi kami, sebanyak 500 unit rumah di tahap pertama bisa sold out paling lambat akhir tahun 2020. Sementara untuk serah terima kunci bisa dilakukan secara bertahap dalam rentang waktu 12 bulan setelah akad kredit. Setelah itu, kami akan mulai menawarkan klaster kedua,” katanya.

Optimisme yang sama diungkapkan Director Epic Property M. Gali Ade Nofrans, selaku konsultan dan koordinator pemasaran Emerald Neopolis.

Menurutnya, banyak kemudahan kepemilikan rumah ditawarkan pengembang, antara lain pilihan cara bayar yang beragam mulai dari hard cash, cicilan bertahap sampai 18 bulan, hingga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan down payment (DP) yang bisa diangsur sebanyak enam kali.

“Berdasarkan simulasi yang kami lakukan, besaran angsuran KPR untuk unit-unit hunian di Klaster Emerald Park hanya sekitar Rp3- 4 jutaan per bulan,” terang Nofrans.

Baca juga : Unik, Hotel Ini Berbentuk Anjing

Untuk menambah kemudahan transaski kepemilikan rumah bagi masyarakat pekerja terutama generasi milenials di kawasan industri Karawang, Emerald Land telah menjalin kerja sama dengan tujuh bank konvensional maupun syariah.

Klaster Emerald Park seluas 13,5 hektare merupakan bagian dari pembangunan tahap pertama proyek mixed use development Emerald Neopolis dengan total area 50 hektare.

Proyek Klaster Emerald Park diprediksi menelan investasi sebesar Rp100 miliar, dengan nilai penjualan sebesar Rp300 miliar.

Menyediakan empat pilihan unit dengan luasan yang berbeda, yaitu pertama; Tipe Amethyst seluas 30/60 meter persegi (m2), mencakup dua kamar tidur dan satu kamar mandi, yang dibandrol seharga Rp380 jutaan. Kedua; Tipe Ruby (48/60 m2), terdiri dari dua lantai, dua kamar tidur, dan dua kamar mandi seharga Rp500 jutaan. Ketiga; Tipe Sapphire (60/72 m2) dengan dua lantai, tiga kamar tidur, dan dua kamar mandi, dijual Rp600 jutaan.

Keempat; Tipe Diamond (88/91 m2), dua lantai, empat plus satu kamar tidur, dan tiga plus satu kamar mandi seharga Rp800 jutaan. “Diamond merupakan tipe hunian mewah (premium), diperuntukan bagi konsumen yang sudah mapan. Memiliki view cukup bagus karena menghadap ke berbagai fasilitas kawasan, seperti taman seluas 2.000an m2, kolam renang, lapangan basket, play ground, dan jogging track,” imbuh Nofrans. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More