Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Dorong Terus Akselerasi UMKM Tembus Pasar Internasional

Atalya Puspa
13/7/2019 18:35
Dorong Terus Akselerasi UMKM Tembus Pasar Internasional
Petugas memberikan informasi mengenai transaksi pembelanjaan "on-line" kepada pengunjung pameran E-Commerce Summit & Expo(ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

PEMERINTAH, Bank Indonesia, perbankan, perusahaan e-commerce beserta UMKM Binaan dan Mitra BI sepakat untuk mengakselerasi UMKM di pasar global.

Direktur BI, Noor Yudanto, menyatakan, pihaknya menekankan UMKM binaan BI untuk tembus pasar internasional. Untuk mencapai hal itu, BI melakukan sejumlah pendekatan.

"UMKM harus go ekspor. Ada beberapa pendekatan yang dilakukan BI, yakni terkait dengan peningkatan aset keuangan, promosi perdagangan, dan pemanfaatan teknologi," katanya di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7).

Dia menyatakan, dalam melakukan pendekatan tersebut, sebanyak 898 UMKM binaan BI akan dikelompokkan guna menciptakan efisiensi dalam proses pembinaannya.

"Yang saat ini sudah ada sudah kita maping, dan kita bagi-bagi hingga bisa dikelompokkan jadi UMKM yang potensial, sukses, sukses digital, dan sukses ekspor," jelasnya.


Baca juga: Produk UMKM Indonesia makin Mendunia


Selain dari sisi pembinaan, pemerintah juga berfokus untuk mempermudah regulasi yang harus dipenuhi oleh eksportir.

Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai Agus Sudarmadi menyatakan pihaknya berupaya penuh untuk terus memberikan regulasi yang tidak mempersulit para eksportir kelak.

Meskipun begitu, dirinya mengakui dalam melakukan ekspor, para eksportir harus melewati tahapan yang tidak sederhana. Hal itu katanya, semata-mata dilakukan untuk melindungi industri dalam negeri.

"Kami berkomitmen, hal-hal yang bisa kita pangkas, akan kita pangkas. Kami juga mempermudah akses di bea cukai agar dengan menggunakan mobile phone," kata Agus.

Dirinya juga mengimbau kepada eksportir untuk menggunakan fasilitas dihadirkan oleh pemerintah saat ini. Sebab dengan begitu, Indonesia mampu meningkatkan daya saing di pasar internasional.

"Manfaatkan fasilitas yang ada. Karena sekarang adalah era kolaborasi. Kalau kita jalan sendiri-sendiri, competitiveness kita jadi gak ada," tukasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya