Sabtu 13 Juli 2019, 07:30 WIB

Produk UMKM Indonesia makin Mendunia

Atalya puspa | Ekonomi
Produk UMKM Indonesia makin Mendunia

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (tengah), Ketua Dewan Dekranas Mufidah Jusuf Kalla (kedua kanan).

 

DENGAN mempertahankan kekhasan Indonesia, kemampuan para pelaku UMKM di Tanah Air diharapkan semakin meningkat untuk bersaing di kancah global.

Harapan itu dikemukakan Presiden Joko Widodo ketika membuka Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, kemarin.

Jokowi mengapresiasi BI yang telah membina ratusan UMKM sehingga mampu menghasilkan beberapa produk unggulan.

“Ini sangat bagus. Ada seleksi. Ada yang menguratori sehingga ketemu produk-produk yang premium, berkualitas tinggi, dan dijual dengan harga berapa pun orang akan senang,” kata Jokowi.

Ia optimistis, dengan karakter khas Indonesia yang melekat di setiap produk buatan UMKM kian terbuka peluang pasar di ­mancanegara.

“Identitas Indonesia yang melekat pada produk perajin memiliki daya tarik yang menciptakan nilai jual. Sebetulnya yang benar, ya ini. Handi­craft yang penuh dengan keterampilan tangan, hand made. Kekuatan kita di situ,” lanjut Jokowi.

Pameran KKI 2019 yang mengusung tema Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM go export dan go digital berlangsung selama tiga hari, yakni pada 12-14 Juli 2019 di Exhibition Hall A, JCC, Jakarta.

KKI merupakan acara tahunan yang diadakan Bank Sentral RI sebagai wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah potensial untuk memamerkan karya dan menjual kepada masyarakat luas.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan hingga tahun ini pihaknya telah membina sebanyak 898 UMKM di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 di antaranya berhasil menembus pasar ­internasional.

“Nilai transaksi setahun terakhir mencapai Rp1,37 triliun. Ada lagi 173 UMKM yang mendapat pembiayaan perbankan. Platformnya kurang lebih US$22,6 miliar, tetapi outstanding-nya sekitar US$42,4 miliar,” ujar Perry.

Di sisi lain, Perry mengemukakan, terdapat 355 UMKM yang sudah go digital untuk menjual produk mereka, baik lewat media sosial maupun e-commerce.

“Mereka menggunakan debit, kredit, dan pembayaran digital lain. Kami berkomitmen mengembangkan UMKM sebagai pilar ekonomi Indonesia karena UMKM, kalau kita geluti, bisa go export dan go digital,” tandas Perry. (Ata/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More