Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Rupiah Menguat Sehari Setelah Pilpres

Antara
18/4/2019 10:35
Rupiah Menguat Sehari Setelah Pilpres
Rupiah Menguat(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (18/4) bergerak menguat setelah hasil hitung cepat (quick count) pada pemilihan presiden (pilpres) pada Rabu (17/4)
menunjukkan kemenangan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kemenangan itu sudah difaktorkan oleh pasar, namun demikian pasar akan merespon positif kemenangan ini walaupun hanya temporer," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih.
   
Versi hasil hitung cepat, kemenangan untuk pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin ada di kisaran 53%-56% atas pasangan calon nomor 02 yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca juga: Rupiah Melemah Tipis karena Aksi Tunggu Hasil Pemilu

Dengan hasil itung cepat tersebut diperkirakan Jokowi akan melanjutkan kembali pemerintahan untuk lima tahun mendatang. Menurut Lana, belum ada perubahan signifikan dari perencanaan ekonomi dalam lima tahun ke depan, tetapi kemungkinan fokus kebijakan tidak lagi berat pada pembangunan infrastruktur.

Pada masa kampanye dijanjikan akan ada insentif prakerja yang bertujuan untuk memberi kesempatan pengangguran mendapatkan pelatihan kerja. Bantuan sosial juga diperbesar untuk kartu Indonesia pintar untuk kuliah.

"Ada potensi penguatan rupiah menuju kisaran Rp13.950 sampai Rp14 ribu per dolar AS," kata Lana. Rupiah pagi ini bergerak menguat 75 poin atau 0,53% menjadi Rp14.010 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.085 per dolar AS. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya