Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Menanggulangi Dampak Kekeringan

28/7/2015 00:00

KEKERINGAN sesungguhnya fenomena biasa. Sebagai rnnegara tropis dengan dua musim, hujan dan kemarau setiap tahun datang rnsilih berganti. Fenomena biasa itu bisa menjadi bencana jika kita gagal mengantisipasinya.

Musim kemarau, misalnya, berarti bencana kekeringan. Akibat kekeringan, krisis bisa terjadi. Mulai krisis air bersih hingga krisis pangan.

Mulai penyakit musim kemarau semisal demam berdarah rnhingga krisis listrik akibat kekeringan waduk untuk pembangkit listrik rntenaga air. Belum lagi ancaman kebakaran hutan.

Bencana akibat kekeringan bisa diminimalkan jika pemerintah cekatan dan cerdas mengantisipasi dan mencarikan solusi. Antisipasi itu bisa dilakukan jika pemerintah cerdas rnmemanfaatkan informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, rndan Geofisika (BMKG).

BMKG sudah memprediksikan musim kemarau tahun ini bakal lebih lama. Penyebabnya, awal musim hujan 2015 mundur satu sampai dua bulan. Bahkan, di daerah-daerah tertentu, musim kemarau berlangsung hingga Februari 2016.

Kesiapsiagaan menghadapi kekeringan ini pasti rnmemerlukan kelembagaan yang solid mulai level prediksi dan antisipasi rnhingga saat penanggulangan. Kata kuncinya ialah koordinasi antarlembaga pemerintahan yang solid. Sayangnya, koordinasi itu yang belum tampak.

Pada level penanggulangan, kita mengharapkan badan rnpenanggulangan bencana di pusat dan daerah bergerak cepat menyiapkan rnbantuan bahan pangan.

Keterlambatan dalam memobilisasi dan memberikan bantuan akan berakibat makin parahnya penderitaan warga. Penderitaan itulah yang dialami sejumlah warga di Nusa Tenggara Timur akibat kelaparan.

Harus jujur dikatakan, pemerintah seakan-akan gagap menanggulangi dampak kekeringan. Padahal, penanggulangan itu masuk kategori solusi jangka pendek.

Akan tetapi, jujur pula dikatakan bahwa pemerintah rnterlihat cerdas membuat solusi jangka panjang. Solusi jangka panjang rnyang sudah disiapkan pemerintah antara lain pembangunan waduk.

Pemerintah gencar membangun waduk di berbagai daerah. Agar sumber air untuk waduk terjamin, pemerintah juga gencar melakukan reboisasi dan mencegah kebakaran hutan. Tidak kalah penting ialah menjamin stok beras untuk mengantisipasi kekurangan pangan akibat kekeringan.

Langsung atau tidak, keberadaan Peraturan Presiden rnNomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Harga Kebutuhan rnPokok dan Barang Penting bisa dianggap solusi jangka panjang.

Peraturan itu dibuat untuk menjamin ketersediaan dan rnstabilisasi harga barang yang beredar di pasar sekalipun kekeringan rnmelanda negeri ini.

Pemerintahan yang baik pasti memiliki manajemen krisis yang baik. Kemampuan mengantisipasi dan menanggulangi dampak kekeringan menjadi ujian sesungguhnya dari manajemen krisis itu.

Manajemen krisis pasti mampu mencegah musim kering sebagai musim derita.



Berita Lainnya
  • Memastikan Efisiensi Terukur

    03/4/2026 05:00

    KITA mafhum bahwa saat ini ruang fiskal negara tengah menghadapi ujian berat.

  • Stabilitas Harga BBM hanya Awal

    02/4/2026 05:00

    KEPASTIAN kerap menjadi barang langka di tengah gejolak global.

  • Evaluasi Pengiriman Prajurit TNI

    01/4/2026 05:00

    GUGURNYA tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Libanon menjadi pukulan keras bagi Indonesia.

  • Kembalikan Akal Sehat Kasus Amsal Sitepu

    31/3/2026 05:00

    RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.

  • Saat Tepat untuk Berhemat

    30/3/2026 05:00

    SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.

  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.