Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Kegamangan Tarif Whoosh

03/10/2023 05:00

KERETA  Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang bernama Whoosh seperti tidak berhenti menuai persoalan. Sejak perencanaan, penentuan investor, hingga berujung dengan dijebolnya APBN dan rencana operasional yang terus mundur. Padahal, sejak awal pemerintah menegaskan proyek kereta cepat ini murni bisnis atau business to business.

Kini setelah rampung pun KCJB masih menemui kendala. Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (1/10), kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) belum bisa beroperasi secara komersial.

Alih-alih menetapkan harga dan mengoperasikan Whoosh secara komersial, pemerintah malah memundurkan pengoperasian komersial kereta tersebut yang tadinya dijadwalkan 2 Oktober menjadi ke pertengahan Oktober. Alias masih digratiskan sampai pertengahan bulan ini.

Pemerintah boleh saja berdalih pemunduran jadwal komersial Whoosh untuk memberi kesempatan kepada masyarakat yang masih ingin menjajal kereta yang diklaimnya sebagai layanan kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu. Padahal, masa uji coba gratis telah berlangsung dua pekan.

Di balik pemunduran pengoperasian komersial itu, pemerintah diduga masih gamang dalam menentukan tarif kereta cepat tersebut. Pemerintah diyakini masih belum menemukan formula yang tepat untuk tarif kereta berkecepatan 350 kilometer per jam tersebut.

Dengan biaya investasi yang lebih dari Rp100 triliun, Whoosh diyakini bakal sulit balik modal. Juga dipastikan bakal sangat lama. Tadinya pemerintah menyebut tarif Whoosh di angka Rp250-350 ribu. Pun jika ditetapkan Rp350 ribu, ini bukan angka ideal. Jika di harga tersebut, proyek ini baru bisa balik modal (return of investment/ROI) dalam kurun waktu 38 tahun setelah resmi dioperasikan berbayar. Itu pun jika minat masyarakat tinggi.

Selain investasi yang besar, Whoosh juga menyedot dana besar untuk pengoperasiannya. Sebagai ancar-ancar, untuk satu kali keberangkatan, Whoosh diperkirakan membutuhkan daya listrik sekitar 260 mega volt ampere (MVA), atau jika dirupiahkan sekitar Rp9,4 juta. Lalu, KCIC juga harus menanggung biaya persinyalan ke Telkomsel karena menggunakan teknologi Global System Mobile-Railway (GSM-R) di spektrum 900 Mhz. Plus, ada biaya perawatan kereta dan operasional perusahaan.

Biaya lainnya yang juga harus dibayarkan ialah biaya persinyalan, biaya perawatan, dan gaji karyawan.

Karena bukan termasuk kereta ekonomi, Whoosh tidak boleh mendapatkan subsidi tarif alias public service obligation (PSO). Artinya pemerintah harus menentukan harga keekonomian yang mampu menutupi biaya operasional.

Ini pun bisa membuat pemerintah bimbang karena jika harga terlalu jauh dari harga kereta Argo Parahyangan Jakarta-Bandung yang dibandrol Rp200 ribu untuk kelas eksekutif, Whoosh tidak akan menarik minat masyarakat.

Sungguh miris, proyek ratusan triliun yang menjadikan APBN sebagai jaminan seperti proyek main-mainan. Untuk harga tiket pun masih belum ditentukan meski telah diresmikan.

Presiden Jokowi bisa berdalih kesulitan-kesulitan serta masalah yang dihadapi di lapangan dalam pembangunan kereta cepat merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Namun, pengalaman tersebut merupakan pengalaman yang amat mahal harganya karena harus menggadaikan APBN dan utangnya harus ditanggung anak cucu kelak.

Presiden Jokowi juga boleh bergembira dan mengklaim kehadiran Whoosh menandai modernisasi transportasi massal di Tanah Air. Plus. Namun, jika hanya menjadi beban APBN, untuk apa. Semoga ke depan tidak ada lagi proyek yang bak simalakama, tidak dilanjutkan sudah menguras investasi, dilanjutkan menjadi beban APBN.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.