Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Belajar dari Inggris

27/10/2022 05:00
Belajar dari Inggris
Ilustrasi MI(MI/Duta)

RISHI Sunak terpilih menjadi perdana menteri (PM) Inggris yang baru. Pria keturunan India berusia 42 tahun itu merupakan pemimpin kulit berwarna pertama di Inggris dan termuda dalam 200 tahun. Ia menggantikan Liz Truss, pemimpin sebelumnya yang mengundurkan diri setelah menjabat selama 44 hari.

Terpilihnya Sunak disambut meriah tidak hanya oleh masyarakat Inggris, tetapi juga warga India. Mereka bangga anak imigran bisa menjadi pemimpin di negara yang pernah menjajah mereka. Perdana Menteri India Narendra Modi berharap di bawah kepemimpinan Sunak, kerja sama Inggris dan India semakin erat, terutama dalam isu-isu global.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel, PM Irlandia Michael Martin, dan Presiden Jokowi pun tak ketinggalan untuk memberi ucapan selamat atas terpilihnya Sunak. Mereka pun berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Inggris. Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut terpilihnya Sunak sebagai PM Inggris sebagai 'tonggak terobosan'. Terpilihnya Sunak bermakna bagi semangat keberagaman Inggris.

Dalam pidatonya kemarin, PM Inggris pertama yang beragama Hindu itu menegaskan Inggris sedang menghadapi tantangan ekonomi yang serius sehingga butuh stabilitas dan persatuan. Itu akan menjadi prioritas utama yang akan dikerjakannya. Apa yang disampaikan Sunak dalam pidatonya itu merupakan permasalahan yang dihadapi hampir semua negara. Krisis global yang sedang berlangsung ialah persoalan yang dihadapi semua pemimpin dunia saat ini. Stabilitas dan persatuan seperti yang ia sampaikan dalam pidatonya itu merupakan modal dasar dalam menghadapi krisis.

Kita tentu berharap Sunak dapat membawa perubahan dan membangkitkan kepercayaan masyarakat Inggris yang tengah dilanda krisis. Di era yang kian terhubung, seluruh dunia pun berkepentingan atas pulihnya perekonomian negara itu, termasuk Indonesia. Perubahan yang dijanjikan memang masih menunggu untuk dibuktikan. Akan tetapi, terpilihnya Sunak juga telah melahirkan harapan bahwa persoalan kepemimpinan jangan selalu dikaitkan dengan identitas. Siapa pun berhak asalkan punya kapasitas.

Indonesia sebagai negara penganut demokrasi dan berpenduduk majemuk semestinya juga bisa belajar dari Inggris. Mencari seorang pemimpin jangan dilihat dari suku, ras, ataupun agamanya, tetapi lebih pada kecakapannya dalam memimpin. Selama ini, bangsa ini masih mempersoalkan mayoritas-minoritas, Jawa-luar Jawa, pribumi-nonpribumi, sipil-militer, partai nasionalis-partai agama, dan perbedaan yang lainnya. Demikian juga elite pemimpin nasional dan daerah belum mempunyai kedewasaan dalam berpolitik.

Indonesia harus bisa menghilangkan itu semua. Saatnya semua elemen bangsa bersatu dan berlomba membawa negara ini ke arah yang lebih baik. Rivalitas dalam berpolitik ialah keniscayaan, tetapi jangan sampai membuat negeri ini terus gontok-gontokan hanya karena persoalan identitas. Tantangan ke depan semakin kompleks. Yang paling dibutuhkan saat ini persatuan dan kesatuan.



Berita Lainnya
  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.