Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Cegah Dualisme Kesetiaan Menteri

17/5/2022 05:00
Cegah Dualisme Kesetiaan Menteri
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

SEKTOR ekonomi dianggap menjadi faktor fundamental yang membuat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo melorot tajam menjadi 58,1%. Meskipun masih mayoritas, tingkat kepuasan tersebut berada di titik terendah dalam enam tahun terakhir berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia.

Bahkan dengan survei terakhir, kurang dari enam bulan lalu, penurunan tingkat kepuasan publik sangat signfikan, yakni 13,9%. Pada Desember 2021, hasil survei menyatakan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo saat itu sebesar 72%.

Buruknya pengendalian harga yang menyebabkan naiknya harga bahan pokok merupakan alasan utama ketidakpuasan masyarakat. Alasan tertinggi berikutnya, bantuan yang tidak merata. Misalnya, terkait dengan pendistribusian BLT minyak goreng.

Faktor lainnya terkait dengan lapangan kerja atau pengangguran hingga pemerintah dianggap gagal menangani mafia minyak goreng. Sebaliknya, masyarakat yang merasa puas dengan kinerja Jokowi beralasan Jokowi dianggap sukses membangun infrastruktur dan berkinerja baik.

Kondisi yang dirasakan masyarakat yang tergambar lewat survei Indikator Politik Indonesia tersebut memersepsikan tren positif pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi covid-19 masih dibayangi tantangan inflasi dan pengangguran.

Tidak ada opsi lain bagi Jokowi selain melecut kinerja pembantunya di sektor ekonomi untuk lebih keras lagi menggenjot pemulihan. Jangan sampai pemerintahan Jokowi-Ma'ruf kehilangan momentum untuk mengerek perekonomian nasional karena kinerja buruk para menteri mereka.

Apalagi tantangan kian berat di tahun politik karena kemungkinan terjadinya dualisme kesetiaan dari elite partai politik di kabinet. Dualisme fokus pasti terjadi, yakni para pemimpin parpol yang duduk di kabinet tentu telah menjalankan strategi menuju Pemilu 2024.

Bagaimanapun, tidak mudah membagi fokus antara menjalankan tugas negara dan melayani syahwat politik pribadi, kelompok, dan golongannya. Terlebih lagi dalam kondisi pemerintahan saat ini yang dalam berbagai hal tidak bisa dikatakan memuaskan.

Tentu publik jengah menyaksikan para menteri dengan posisi sentral di sektor perekonomian yang juga ketua umum parpol malah membuat panggung politik koalisi menuju perebutan kekuasaan seusai Presiden Joko Widodo lengser pada 2024.

Cukup miris membayangkan jika orang-orang yang sudah diberi amanah untuk mengurus pemerintahan itu justru kehilangan fokus gara-gara sibuk mengejar 'jabatan' yang lain. Tuntaskanlah dulu pengabdian periode saat ini, baru pikirkan langkah periode pemerintahan berikutnya.

Belum lagi soal penggunaan fasilitas negara oleh para pejabat saat berkampanye. Pengalaman pada sejumlah pemilu dan pilkada yang lalu-lalu membuktikan penggunaan fasilitas negara itu masih banyak dilakukan. Bahkan memanfaatkan jabatan di kabinet untuk menaikkan elektabilitas kini cenderung menjadi kelaziman. Karena itu, Presiden Jokowi harus memastikan hal semacam itu tidak terjadi.

Para menteri, tidak hanya di bidang perekonomian, begitu pun di sektor lainnya, harus dipastikan tetap fokus bekerja. Jangan biarkan sibuk seenaknya sendiri melakukan manuver terkait dengan Pemilu 2024. Jika mereka tetap tidak memedulikan, mestinya evaluasi terhadap posisi mereka mutlak dilakukan.

Presiden tentu ingin dikenang sebagai pemimpin yang meninggalkan warisan kinerja yang baik.



Berita Lainnya
  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.