Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Berantas Korupsi sampai ke Desa

03/12/2021 05:00
Berantas Korupsi sampai ke Desa
(MI/Duta)

 

 

KORUPSI di negeri ini berkembang biak dari pemerintahan pusat sampai dengan pemerintahan paling bawah di tingkat desa. Layaknya gurita, korupsi kuat melilit dan mencengkeram sendi-sendi pemerintahan.

Ibarat virus, korupsi menjangkiti dan menerjang para pejabat negara di pemerintahan pusat. Sudah banyak penyelenggara negara di pada level eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang diciduk aparat penegak hukum.

Begitu pun di tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota, tidak terhitung lagi pejabat daerah yang diringkus aparat penegak hukum. Kini aparat desa juga ikut-ikutan korupsi.

Sepanjang tahun lalu, KPK mencatat ada 141 kasus korupsi yang melibatkan 132 kepala desa dan 50 perangkat desa. Sementara itu, pada 2021, sudah ada 62 kasus korupsi yang melibatkan 61 kepala desa dan 24 perangkat desa.

Sebuah gambaran bahwa aparat desa tidak kalah rakusnya dengan pejabat teras di tingkat pusat. Rasuah seakan telah membudaya, semua perangkat pemerintahan melakukannya.

Modus dan motif korupsi di tingkat desa pun serupa dengan pemerintahan di atasnya. Mulai urusan kebijakan desa, melakukan pungli, kesalahan administrasi, hingga memperkaya diri. Bedanya mungkin hanya nilai dan besaran korupsinya.

Karena itulah KPK menginisiasi Program Desa Antikorupsi untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di desa. KPK ingin pendidikan antikorupsi digencarkan di desa. Membangun budaya antikorupsi dari desa.

Desa antikorupsi akan diimplementasikan pada 74.961 desa yang ada di seluruh Indonesia sehingga tata kelola pemerintahan yang baik akan tumbuh sejak dari desa. Pendidikan antikorupsi di desa harus disamakan dengan tingkat kementerian dan lembaga.

Desa ialah miniaturnya negara Indonesia, yakni kepala desa dipilih secara langsung oleh masyarakat dan juga melakukan pengelolaan anggaran secara otonom. Anggarannya pun tidak main-main, puluhan triliun uang rakyat setiap tahun dikucurkan kepada pemerintahan desa.

Dana desa yang dialokasikan pada 2021 sebesar Rp72 triliun diperuntukkan bagi 74.953 desa. Pada tahun depan telah dialokasikan Rp68 triliun dari APBN. Rata-rata tiap desa menerima Rp900 juta hingga di atas Rp1 miliar.

Dengan melihat besarnya alokasi anggaran yang dikelola pemerintahan desa, program desa antikorupsi akan sangat diperlukan agar dana triliunan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat bawah, tidak hanya segelintir pamong desa dan kroninya.

Namun, jelas bahwa upaya untuk pemberantasan korupsi di level pemerintahan di atasnya juga pantang diabaikan. Misalkan urusan dana desa, potensi penyelewenangannya tidak hanya dalam pelaksanaan, tetapi juga kebijakan. Tahun lalu muncul modus puluhan desa fiktif dan siluman yang menerima kucuran dana.

Dengan penguatan sikap antikorupsi berlapis yang akan mampu dengan efektif menghilangkan tindakan rasuah di Indonesia sehingga terwujud masyarakat Indonesia yang maju, makmur, sejahtera, dengan budaya antikorupsi.

Pemanfaatan dana desa harus untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dalam bidang peningkatan kualitas hidup, peningkatan kesejahteraan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan pelayanan publik. Pantang dana desa hanya untuk memakmurkan kepala desa dan perangkatnya.



Berita Lainnya
  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.