Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Berkepala Dingin Sikapi Isu SARA

29/9/2021 05:00
Berkepala Dingin Sikapi Isu SARA
Ilustrasi MI(MI/Seno)

ISU suku, agama, ras, dan antargolongan alias SARA kerap menjadi isu yang sangat sensitif di tengah kehidupan masyarakat kita yang majemuk. Tidak jarang, ketika terjadi peristiwa terkait, isu tersebut bergulir liar memantik amarah massa, baik disengaja karena ada yang memanfaatkan maupun tidak disengaja.

Demi mencegah bola liar, seruan majelis lintas agama pada Senin (27/9) berperan sangat penting sebagai respons maraknya serangan terhadap sejumlah pemuka agama dan fasilitas keagamaan belakangan ini. Para pemimpin majelis keagamaan tersebut menyeru seluruh anak bangsa agar menjaga perdamaian dan persatuan.

Setidaknya ada tiga serangan yang melatarbelakangi. Pertama, penembakan terhadap praktisi pengobatan tradisional bernama Armand hingga tewas di Tangerang, Minggu (19/9). Armand akrab disapa ustaz oleh masyarakat di lingkungannya karena ia menjabat ketua majelis taklim.

Kedua, Abu Syahid Chaniago diserang saat sedang berceramah di Masjid Baitussyakur, Batuampar, Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/9). Ketiga, peristiwa pembakaran mimbar di Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/9) dini hari.

Semua kejadian yang cukup beruntun tersebut memunculkan dugaan di sebagian kalangan masyarakat bahwa ada motif kebencian terhadap agama. Di sini kemudian isu dapat memanas jika tidak diantisipasi.

Menariknya, sempat muncul penyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang meminta kepolisian tidak terburu-buru menyimpulkan pelaku mengalami gangguan jiwa. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo juga melontarkan permintaan serupa.

Permintaan mereka bukan tanpa sebab. Dalam serangkaian kasus kekerasan dengan korban tokoh agama sepanjang 2018-2020, polisi cukup sering mengungkapkan dugaan pelaku menderita gangguan jiwa.

Kini, semua tersangka pelaku kasus di Tangerang, Batam, dan Makassar telah ditangkap. Berdasarkan penyidikan polisi sejauh ini, tidak ada satu pun temuan polisi mengarah ke motif kebencian pada agama tertentu. Dugaan awal polisi bahwa pelaku menderita gangguan jiwa pada kasus Batam pun sementara ini sudah dipatahkan dengan hasil pemeriksaan kejiwaan oleh pihak rumah sakit.

Meski begitu, semua dugaan menurut temuan polisi tersebut masih menuntut pembuktian melalui proses hukum. Karena itu, tepat bila majelis lintas agama dan banyak tokoh lainnya meminta proses hukum yang adil sekaligus transparan.

Aparat penegak hukum harus secepatnya mengungkap tuntas kasus-kasus serangan tersebut secara terbuka untuk menepis spekulasi. Penuntasan secara serius sampai dengan proses hukum di pengadilan sekaligus membantah tuduhan bahwa pemerintah saat ini memusuhi kalangan tertentu.

Itu bukan berarti kasus-kasus kekerasan lainnya tidak memerlukan penuntasan yang serius dan imparsial. Hanya, aparat penegak hukum perlu lebih hati-hati dan memberikan perhatian ekstra dalam menangani kasus-kasus yang menyangkut isu-isu sensitif seperti SARA.

Para tokoh masyarakat dan agama juga diharapkan senantiasa mengajak masyarakat untuk berkepala dingin agar tidak mudah tergiring oleh provokasi. Seremeh apa pun sebuah kasus yang memuat isu sensitif, bila dibiarkan larut dalam spekulasi dan dugaan-dugaan di masyarakat, bisa berkembang menjadi besar dan mengancam persatuan bangsa.

Yang tidak kalah penting ialah sikap masyarakat luas. Kewajiban menjaga perdamaian dan persatuan ada di tangan kita bersama.



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.