Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Berkepala Dingin Sikapi Isu SARA

29/9/2021 05:00
Berkepala Dingin Sikapi Isu SARA
Ilustrasi MI(MI/Seno)

ISU suku, agama, ras, dan antargolongan alias SARA kerap menjadi isu yang sangat sensitif di tengah kehidupan masyarakat kita yang majemuk. Tidak jarang, ketika terjadi peristiwa terkait, isu tersebut bergulir liar memantik amarah massa, baik disengaja karena ada yang memanfaatkan maupun tidak disengaja.

Demi mencegah bola liar, seruan majelis lintas agama pada Senin (27/9) berperan sangat penting sebagai respons maraknya serangan terhadap sejumlah pemuka agama dan fasilitas keagamaan belakangan ini. Para pemimpin majelis keagamaan tersebut menyeru seluruh anak bangsa agar menjaga perdamaian dan persatuan.

Setidaknya ada tiga serangan yang melatarbelakangi. Pertama, penembakan terhadap praktisi pengobatan tradisional bernama Armand hingga tewas di Tangerang, Minggu (19/9). Armand akrab disapa ustaz oleh masyarakat di lingkungannya karena ia menjabat ketua majelis taklim.

Kedua, Abu Syahid Chaniago diserang saat sedang berceramah di Masjid Baitussyakur, Batuampar, Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/9). Ketiga, peristiwa pembakaran mimbar di Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/9) dini hari.

Semua kejadian yang cukup beruntun tersebut memunculkan dugaan di sebagian kalangan masyarakat bahwa ada motif kebencian terhadap agama. Di sini kemudian isu dapat memanas jika tidak diantisipasi.

Menariknya, sempat muncul penyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang meminta kepolisian tidak terburu-buru menyimpulkan pelaku mengalami gangguan jiwa. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo juga melontarkan permintaan serupa.

Permintaan mereka bukan tanpa sebab. Dalam serangkaian kasus kekerasan dengan korban tokoh agama sepanjang 2018-2020, polisi cukup sering mengungkapkan dugaan pelaku menderita gangguan jiwa.

Kini, semua tersangka pelaku kasus di Tangerang, Batam, dan Makassar telah ditangkap. Berdasarkan penyidikan polisi sejauh ini, tidak ada satu pun temuan polisi mengarah ke motif kebencian pada agama tertentu. Dugaan awal polisi bahwa pelaku menderita gangguan jiwa pada kasus Batam pun sementara ini sudah dipatahkan dengan hasil pemeriksaan kejiwaan oleh pihak rumah sakit.

Meski begitu, semua dugaan menurut temuan polisi tersebut masih menuntut pembuktian melalui proses hukum. Karena itu, tepat bila majelis lintas agama dan banyak tokoh lainnya meminta proses hukum yang adil sekaligus transparan.

Aparat penegak hukum harus secepatnya mengungkap tuntas kasus-kasus serangan tersebut secara terbuka untuk menepis spekulasi. Penuntasan secara serius sampai dengan proses hukum di pengadilan sekaligus membantah tuduhan bahwa pemerintah saat ini memusuhi kalangan tertentu.

Itu bukan berarti kasus-kasus kekerasan lainnya tidak memerlukan penuntasan yang serius dan imparsial. Hanya, aparat penegak hukum perlu lebih hati-hati dan memberikan perhatian ekstra dalam menangani kasus-kasus yang menyangkut isu-isu sensitif seperti SARA.

Para tokoh masyarakat dan agama juga diharapkan senantiasa mengajak masyarakat untuk berkepala dingin agar tidak mudah tergiring oleh provokasi. Seremeh apa pun sebuah kasus yang memuat isu sensitif, bila dibiarkan larut dalam spekulasi dan dugaan-dugaan di masyarakat, bisa berkembang menjadi besar dan mengancam persatuan bangsa.

Yang tidak kalah penting ialah sikap masyarakat luas. Kewajiban menjaga perdamaian dan persatuan ada di tangan kita bersama.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.