Sabtu 18 September 2021, 05:00 WIB

Membunuh Nakes Kejahatan Keji

Administrator | Editorial
Membunuh Nakes Kejahatan Keji

MI/Duta
Ilustrasi MI.

 

 

TENAGA kesehatan ialah pekerja kemanusiaan yang melaksanakan tugas penuh tanggung jawab dan cinta kasih. Karena itu, setiap tindakan biadab terhadap nakes pasti mengusik rasa kemanusiaan. Tindakan biadab itu patut dikutuk.

Kelompok teroris di Papua mempertontonkan aksi brutal di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Senin (13/9). Fasilitas umum, termasuk puskesmas, dibakar. Sejumlah nakes disiksa hingga ada yang meninggal dunia, yaitu perawat bernama Gabriela Meilan. Bangsa ini berduka atas kepergian Gabriela yang jenazahnya ditemukan di dasar jurang.

Tindakan kelompok teroris itu jelas pengecut dan tidak berperi kemanusiaan. Apalagi, aksi tersebut sudah berkali-kali mereka lakukan, termasuk dengan membunuh warga sipil.

Serangan terhadap nakes dan fasilitas kesehatan merupakan kejahatan kemanusiaan serius. Karena itu, negara pantang menyerah, harus mencari pelakunya sampai dapat untuk dimintai pertanggungjawaban hukum.

Dalam situasi konflik, nakes dan fasilitas kesehatan seharusnya tidak menjadi target kekerasan. Nakes dilindungi Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Nakes berhak memperoleh pelindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama.

Konvensi Jenewa 1949 yang sudah diratifikasi Indonesia menyerukan perlindungan nakes yang sedang bertugas dalam kondisi apa pun. Satuan-satuan kesehatan harus setiap saat selalu dihormati dan dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran serangan. Amat disesalkan ancaman terhadap keselamatan para nakes di sejumlah daerah di Papua masih terjadi hingga kini.

Penyerangan terhadap nakes mestinya membuka mata publik internasional tentang perilaku sebenarnya kelompok teroris bersenjata di Papua. Kelompok yang membunuh nakes tanpa perikemanusiaan dan suka-suka merusak fasilitas kesehatan yang dibutuhkan masyarakat setempat.

Kehadiran nakes dan fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat Papua di masa pandemi covid-19. Aksi kekerasan justru memicu nakes tak berani lagi bertugas di pedalaman Papua. Sejauh ini, lebih dari 300 nakes dievakuasi dari 34 puskesmas di Kabupaten Pegunungan Bintang. Mereka trauma dan ketakutan akibat aksi kelompok kriminal bersenjata tersebut.

Jangan biarkan kelompok teroris terus-menerus mengitimidasi masyarakat sipil. Aparat penegak hukum tidak boleh tinggal diam. Mereka harus bertindak tegas dan menuntaskan serangkaian aksi teror tersebut. Kekerasan yang dilakukan gerombolan kriminal bersenjata itu, bukan hanya merupakan tindakan pidana serius terhadap warga Papua, tetapi juga serangan terhadap kemanusiaan.

Sudah saatnya kepala daerah bergerak bersama tokoh adat dan tokoh agama untuk mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya peran nakes di daerah yang masih minim fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan. Apalagi, rasio nakes dan penduduk masih sangat timpang.

Menghadirkan rasa aman dan nyaman di Papua sangat mendesak dilakukan. Sebab, PON XX akan digelar di Papua pada 2-15 Oktober. PON itu digelar dengan melibatkan total atlet mencapai 6.495 dan ofisial sebanyak 3.300 orang.

Sukses PON tidak hanya diukur dari prestasi olahraga yang diukir para atlet, jauh lebih penting lagi ialah penyelenggaraannya digelar tanpa gangguan keamanan. Karena itu, jaminan keamanan tidak sebatas diucapkan, tetapi hadir nyata di Papua.

Negara tidak boleh kalah dengan kelompok-kelompok teroris di Papua. Tugas negara melindungi nakes yang sesungguhnya pahlawan kemanusiaan.

Baca Juga

MI/Duta

Kabur Saat Karantina Penjara Menanti

👤Administrator 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 05:00 WIB
SALAH satu asas penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan ialah nondiskriminatif. Karena itu, setiap orang, tanpa membedakan status sosial,...
MI/Duta

Rapor Politik Jokowi-Amin

👤Administrator 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 05:00 WIB
DALAM dua tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf...
MI/Duta

Hukum dan Korupsi masih Keteteran

👤Administrator 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 05:00 WIB
PENEGAKAN hukum dan pemberantasan korupsi paling disorot dalam dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya