Jumat 02 April 2021, 05:00 WIB

Perkuat Kontra Radikalisasi

Administrator | Editorial
Perkuat Kontra Radikalisasi

Ilustrasi
.

 

 

RENTETAN aksi teror yang terjadi di Makassar dan Jakarta menunjukkan masih eksis dan kuatnya akar para pengikut ideologi maut. Fenomena yang terang benderang menggambarkan bagaimana paham radikal masih bisa hidup dan diterima serta terus diestafetkan hingga ke teroris generasi milenial.

Teror yang bisa dilakukan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia jelas mengindikasikan aparat keamanan lengah. Begitu pun pihak intelijen, tidak mampu diandalkan untuk melakukan deteksi dini potensi aksi teror.

Meski demikian, ancaman yang paling menakutkan bukanlah keteledoran aparat, melainkan tidak habisnya ideologi radikal dan teror di negeri ini. Bangsa ini tidak akan pernah aman selama masih ada yang menganut ideologi radikal, kapan pun dapat meledak menjadi teror yang mematikan. 

Rencana aksi teror bisa saja dicegah. Aliran dana teror juga mungkin mampu diblokir. Pun tak terhitung lagi Densus Antiteror 88 menangkap pelaku dan mencegah rencana aksi teror. Akan tetapi, aksi masih terus terjadi. Begitu dana seret, jaringan teroris mencari cara alternatif, seperti lewat kotak amal.

Selama ideologinya masih terus mengalir, ancaman akan terus hadir. Tidak mudah memang memberantas sebuah ideologi. Namun, itulah yang harus benar-benar dibasmi. 

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dituntut untuk lebih kuat lagi melakukan proses deradikalisasi dan kontra radikalisasi. Masih terus suburnya aksi teror menegaskan bahwa kinerja BNPT yang dibentuk sejak 2010 lalu tidak berjalan optimal.

Kewajiban BNPT tidak sekadar melakukan deradikalisasi terhadap tersangka, terduga, terdakwa, dan narapidana kasus terorisme, tetapi juga harus menjalankan program kontra radikalisasi terhadap orang atau kelompok orang yang rentan terpapar paham radikal terorisme.

Pencegahan terhadap radikalisme dan terorisme belum banyak terlihat dikerjakan oleh BNPT selama menjalankan program deradikalisasi sejak 2012. Tak ada upaya pencegahan infiltrasi ideologi radikal dan sosialisasi yang menyentuh banyak daerah serta sekolah-sekolah.

Penanganan terorisme,  dari pencegahan hingga penindakan, harus dilakukan secara simultan demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh warga negara.

Penting kiranya untuk mendorong BNPT lebih mengoptimalkan pencegahan. Terjun ke daerah untuk sosialisasi menangkal bibit radikalisme dan terorisme. Merangkul organisasi-organisasi keagamaan untuk bisa hadir di tengah lapisan masyarakat terbawah.

Pasalnya, selain menyangkut masalah pemahaman agama yang menyimpang, ada juga masalah ekonomi yang mendorong masyarakat. Ketika hidup susah, pelaku teror mengambil jalan pintas dengan propaganda masuk surga. 

Memang tanggung jawab urusan ketahanan ideologi bukan hanya di pundak BNPT. Terorisme merupakan musuh bersama yang menuntut seluruh elemen negara ini bersinergi mewujudkan ideologi yang toleran, yang berpijak pada pluralisme dan multikulturalisme.

Bangsa ini perlu meneguhkan kembali perlawanan terhadap bibit-bibit terorisme, seperti intoleransi dan radikalisme. Bibit atau benih itu harus betul-betul dimatikan, jangan sampai dibiarkan terus tumbuh disiram dengan narasi-narasi kebencian dan fanatisme kebablasan seperti yang selama ini mewarnai interaksi di jagat maya lewat media sosial dan internet.

Baca Juga

MI/DUTA

Terus Tebar Teror, KKB Tembak Warga

👤Administrator 🕔Sabtu 17 April 2021, 05:00 WIB
KELOMPOK kriminal bersenjata (KKB) di Papua tidak henti-hentinya menebar teror. Tindakan biadab KKB terus menelan korban yang tak hanya...
MI/Duta

Menyelamatkan Mata Rantai Otomotif

👤Administrator 🕔Jumat 16 April 2021, 05:00 WIB
PEREKONOMIAN Indonesia setahun belakangan memang tak bisa dikatakan...
MI/Duta

Optimalkan Pencegahan

👤Administrator 🕔Kamis 15 April 2021, 05:00 WIB
PERANG melawan korupsi ketika perilaku jahat itu sudah berakar dan berurat memang butuh waktu panjang dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya