Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSIN sebagai tumpuan utama guna menghentikan penularan covid-19 memang belum dapat dipastikan kapan bisa didapatkan. Ia masih diupayakan banyak negara, tetapi tidak ada salahnya kita mulai mempersiapkan diri menggunakannya nanti.
Vaksin ialah jurus paling ampuh untuk mematikan sepak terjang virus korona jenis baru. Persoalannya tak mudah bagi dunia untuk menemukan vaksin. Perlu proses dan tahapan panjang, bahkan secara komersial biasanya perlu waktu 5 sampai 10 tahun mulai menemukan hingga memproduksinya.
Demikian juga semestinya dengan vaksin covid-19. Hanya lantaran tekanan luar biasa yang diberikan virus mematikan itu, para ahli memiliki semangat luar biasa pula untuk segera menemukannya. Harapan bahwa vaksin tersebut sudah dapat disuntikkan pada akhir tahun ini atau setidaknya tahun depan pun kian mendekati kenyataan.
Harapan dunia ialah harapan kita. Karena itu, seperti negara-negara lain, kita juga aktif terlibat dalam pencarian vaksin. Melalui kerja sama dengan produsen vaksin asal Tiongkok, Sinovac, kita ikut melakukan uji klinis yang kini telah memasuki fase ketiga. Vaksin Merah Putih sebagai karya anak bangsa pun terus diupayakan dengan target tahun depan dapat diwujudkan.
Menemukan dan memproduksi vaksin merupakan tantangan sulit, sangat sulit. Namun, menggunakan vaksin agar membuahkan hasil maksimal juga bukan pekerjaan mudah. Apalagi, itu dikaitkan dengan kondisi negeri ini dengan penduduk yang teramat banyak.
Tidak cuma ratusan ribu, jutaan, atau puluhan juta yang menjadi urusan kebanyakan negara, Indonesia harus memberikan vaksin kepada ratusan juta rakyatnya. Karena itulah, persiapan matang wajib dilakukan semenjak sekarang. Karena itu pula, kita mendukung permintaan Presiden Joko Widodo kepada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mempersiapkan vaksinasi sejak dini.
Dalam rapat terbatas secara virtual, dua hari lalu, Presiden mengingatkan proses vaksinasi covid-19 tak perlu menunggu hingga vaksin ditemukan. Pemberian suntikan agar orang kebal serangan virus menular itu harus disiapkan jauh-jauh hari, kapan dimulainya, di mana lokasinya, siapa yang melakukan, dan siapa yang divaksin pertama. Semua harus terencana dengan sangat baik, detail, sehingga nantinya bisa langsung dieksekusi secara cepat dan tepat.
Salah satu penyakit para pengelola negara ini ialah cenderung menggampangkan persoalan. Itulah yang terjadi di awal-awal wabah sehingga kita tergagap-gagap dan bingung ketika serangan korona kian menggila.
Salah satu kebiasaan buruk para pejabat negeri ini ialah akrab dengan pengabaian data yang akurat. Itulah yang menyebabkan pemberian awal bantuan sosial kepada rakyat yang terdampak pandemi kacau-balau.
Kita tak ingin penyakit dan kebiasaan buruk itu berlanjut pada tahapan krusial untuk menyudahi pandemi, yakni vaksinasi. Proses pemberian vaksin harus disusun secara paripurna sedari saat ini agar tidak menyisakan persoalan saat diimplementasikan nanti.
Payung hukum yang mengatur peta jalan vaksinasi wajib pula disediakan agar pelaksanaannya sesuai regulasi yang ditentukan. Terlebih lagi, dana yang akan digelontorkan untuk pengadaan dan pemberian vaksin luar biasa besar mencapai Rp21,8 triliun.
Vaksinasi bisa menjadi penentu bisa tidaknya kita lepas dari petaka korona. Negara harus memastikan bahwa vaksin untuk semua tanpa terkecuali. Satu saja yang luput, ia bisa mengganggu upaya mengenyahkan covid-19 dari Indonesia.
Kepada yang tidak mampu, negara wajib membantu. Kepada mereka yang berpunya, negara harus melempangkan akses untuk mendapatkannya. Semua itu harus dipersiapkan mulai sekarang.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.
PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.
PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.
Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.
PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.
PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved