Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Kalahkan Pandemi Hindari Resesi

10/8/2020 05:00

RESESI ekonomi didefi nisikan sebagai kondisi tatkala produk domestik bruto atau GDP anjlok dengan sejumlah indikator. Salah satu ukuran yang kerap dikemukakan ialah pertumbuhan ekonomi riil berada pada kisaran negatif, sedikitnya dalam dua triwulan berturut-turut.

Pertanda penting lainnya ialah pengangguran di suatu negara melonjak drastis dan keseimbangan rantai pasokan serta permintaan terganggu.

Akibat pandemi korona atau covid-19, perekonomian sejumlah negara besar baik dalam GDP maupun ukuran kemakmuran lainnya telah dipenuhi indikator-indikator di atas. Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura pun tidak terhindar dari gejala tersebut. Resesi memang telah melanda dunia.

Meskipun belum masuk kondisi resesi seperti negara-negara di atas, ancaman yang sama tak pelak melanda pula Indonesia. Misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS), pekan lalu, merilis data pertumbuhan ekonomi triwulan kedua yang patut kita cermati.

Setelah tumbuh 2,97% pada triwulan I 2020, pada triwulan kedua, perekonomian kita berkontraksi atau bertumbuh di kisaran negatif dan tercatat di level minus 5,32%.

Meskipun telah diprediksi sebelumnya, data yang diumumkan resmi Kepala BPS Suhariyanto itu tetap mengkhawatirkan. Apalagi, ditekankan pula bahwa pertumbuhan negatif itu yang pertama kali sejak 1997-1998, tatkala Indonesia mengalami krisis moneter.

Kita tentu tidak ingin resesi dan krisis yang sama melanda Indonesia. Mitigasi untuk menghindari hal itu sudah dilakukan pemerintah. Opsinya pun jelas, tegas, terukur, dan terprogram.

Pemerintah, misalnya, sudah mendesain agar ekonomi pada triwulan ketiga tidak bertumbuh negatif. Daya beli masyarakat didongkrak. Berbagai paket kebijakan dan stimulus digerojok. Sektor usaha besar, menengah, UMKM, bantuan sosial untuk keluarga, dan bahkan pegawai dan perorangan tidak luput dari kebijakan itu.

Kita tidak mau pada triwulan ketiga kelak ekonomi kembali bertumbuh negatif. Kalau itu keadaannya, sama artinya Indonesia menyusul negara-negara lain, memasuki resesi.

Kita tidak mau pemerintah dan negara gagal dalam menghindarkan Indonesia dari resesi. Resesi yang tak terhindarkan berdampak buruk. Bukan hanya bagi pemerintah, melainkan juga bagi seluruh rakyat.

Menghindarkan negeri ini dari resesi menjadi kepentingan seluruh warga bangsa. Negara dan pemerintah telah menyiapkan skenario, peran, dan tugas masing-masing. Alangkah elok bila seluruh rakyat dan lapisan masyarakat ikut pula membantu dalam porsi masing-masing.

Mengingat ancaman resesi bersinggungan dengan pandemi covid-19, kita dapat membantu dengan mematuhi protokol kesehatan. Upaya itu akan membuat krisis kesehatan tidak berkepanjangan.

Memberikan masukan atau kritik tentu pilihan terbuka. Apalagi, bila orientasinya solutif dan konstruktif. Menyalahkan dan memaki jelas tidak patut. Selain tidak mengubah keadaan, ia justru menimbulkan psikologi negatif dan iklim tidak kondusif. Beban tambahan yang tidak diperlukan pun bermunculan.

Inilah saatnya untuk bersatu karena ancaman semakin nyata. Resesi ekonomi tidak boleh dipandang sebelah mata. Begitu pula covid-19. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyatukan langkah dan menguatkan tekad. Kalahkan pandemi, hindarkan resesi.

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.