Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Deret Ukur Persebaran Covid-19

11/7/2020 05:00
Deret Ukur Persebaran Covid-19
Ilustrasi(MI/Duta)

PERSEBARAN covid-19 di negeri ini masih terus berlangsung dan hari-hari terakhir ini telah memasuki tahap yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Pada 2 Maret 2020, saat Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi keberadaan virus menular dan mematikan tersebut di Indonesia, baru ada dua kasus positif covid-19 yang terkonfi rmasi. Empat bulan kemu dian, tepatnya Kamis, 9 Juli 2020, kasus positif korona telah mencapai 70.736 orang.

Kita tidak pernah menduga sebelumnya, betapa persebaran virus tersebut berlangsung demikian cepat dan pesat.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari 150 hari, jumlah kasus positif covid-19 telah bertambah puluhan ribu kali lipat jumlahnya. Karena itulah Presiden Joko Widodo menyebutnya sebagai kondisi ‘lampu merah’.

Presiden pun kemudian meminta semua pihak mengambil sikap siaga. Presiden memerintahkan daerahdaerah dengan kasus covid-19 tertinggi untuk memperketat kembali status pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kita sependapat, sangat sepakat, dan sepenuhnya mendukung pernyataan serta arahan Kepala Negara. Artinya, kita ikut mendorong agar daerah-daerah dengan jumlah kasus covid-19 tertinggi melakukan evaluasi ketat.

Menjadi urgensi bagi daerah-daerah yang telah melonggarkan status PSBB untuk mengkaji ulang dan segera memperketat kembali pelonggaran yang telah ditetapkan. Apalagi jika kurva penambahan kasus dari hari ke hari tidak juga melandai, cenderung mendaki.

Mengacu pada ukuran-ukuran tersebut, sudah sepatutnya kepala daerah di provinsi dengan penambahan kasus harian covid-19 tertinggi untuk mengambil langkah ekstra demi mengendalikan situasi.

Dalam konteks ini, kita merujuk ke Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara agar mencermati benar keadaan.

Daerah lain dengan jumlah kasus lebih rendah bukan berarti boleh meremehkan keadaan. Seperti peringatan Presiden, daerah dengan jumlah kasus kecil dapat menjadi episentrum baru jika tidak waspada, memandang remeh, dan mengabaikan manajemen krisis.

Apalagi pola peningkatan jumlah kasus positif korona kini telah mengikuti deret ukur. Bukan lagi deret hitung. Jumlah kasus yang semula kecil, dalam tempo singkat dapat bertambah secara masif melalui skala kelipatan jika tidak dikelola dengan baik.

Kita berharap agar deret ukur pertambahan kasus covid-19 ini dapat segera kita hentikan. Lebih dari itu, kita ingin agar pola deret ukur ini kita ubah menjadi deret hitung untuk kemudian kita kembalikan ke titik nol. Artinya, pertambahan kasus dapat kita nihilkan dan perang melawan pandemi ini segera kita menangkan.

Untuk mencapai kondisi itu, secara operasional, klaster baru persebaran virus yang belum ada vaksinnya ini harus benar-benar dapat kita tiadakan. Mitigasi atas munculnya klaster-klaster baru harus benar-benar dikedepankan.

Dalam konteks ini kita menyoroti benar rencana pembukaan tahun ajaran baru mulai 13 Juli. Kita mendukung arahan Kemendikbud, Kemenko PMK, Kemendagri, Kemenag, dan Kemenkes agar tahun ajaran baru tetap menggunakan metode belajar dari rumah.

Membuka sekolah dengan metode tatap muka bukanlah pilihan cerdas saat ini. Apalagi jika itu dilakukan di wilayah zona merah, kuning, dan oranye. Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru penularan. Di sinilah kekompakan pemerintah pusat dan daerah sangat diharapkan.

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.