Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Dialog Menuju Papua Damai

11/9/2019 05:05

PERSATUAN tidak bisa diukur dengan waktu dan uang. Republik ini mendapatkan pelajaran berharga dari Bumi Cenderawasih. Meskipun sudah 56 tahun Tanah Papua menjadi bagian Indonesia, gejolak tak juga redam. Uang sudah dikucurkan Rp75 triliun sejak otonomi khusus (otsus) diberlakukan pada 2001, tetapi persatuan belum sepenuhnya diraih.

Potret marginalisasi dan ketidakadilan sosial maupun hukum masih jamak terjadi. Akibatnya, jangankan rasa persatuan yang mendarah daging, kesejajaran dengan anak bangsa yang lain pun baru sebatas retorika.

Tak usah heran, hanya butuh satu insiden untuk menyulut kemarahan segenap rakyat Papua dan mengipasi lagi dendang pemisahan. Insiden di Surabaya juga menjadi cermin bagi pemerintah akan lubang besar dalam proses panjang integrasi Papua.

Pendekatan ekonomi nyatanya tidak efektif. Contoh mudahnya ada pada tingginya angka buta huruf dan wabah gizi buruk yang berulang. Sementara itu, pendekatan keamanan hanya menambah rasa takut dan menggerus kepercayaan kepada negara.

Perlu pendekatan baru, yakni dialog. Melalui dialog bisa diketahui harapan rakyat Papua sesungguhnya. Tanpa mengetahui harapan rakyat Bumi Cenderawasih, upaya pemerintah menata Papua dengan hati sekalipun belum tentu menjawab mimpi warga.

Patut diapresiasi dialog yang digelar Presiden Joko Widodo dengan 61 tokoh Papua dan Papua Barat di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Di situ ada sembilan poin permintaan yang disampaikan para tokoh.

Permintaan mereka ialah pemekaran provinsi 5 wilayah adat di Provinsi Papua-Papua Barat, pembentukan badan nasional urusan Tanah Papua, penempatan pejabat-pejabat eselon 1 dan 2 di kementerian dan LPMK, pembangunan asrama Nusantara di seluruh kota studi dan menjamin keamanan mahasiswa Papua, revisi Undang-Undang Otsus dalam Prolegnas 2020, penerbitan inpres untuk pengangkatan ASN honorer di Tanah Papua, percepatan Palapa Ring Timur Papua, pengesahan lembaga adat perempuan dan anak Papua, dan pembangunan istana Presiden RI di ibu kota Provinsi Papua di Kota Jayapura.

Demi pembangunan istana tersebut, Abisai Rollo, ketua rombongan yang juga Ketua DPRD Jayapura, menyumbangkan lahan 10 hektare. Atas permintaan itu, Presiden menjanjikan akan membangun istana mulai tahun depan, sedangkan Palapa Ring Timur dijanjikan selesai tahun ini. Presiden juga menyanggupi perihal asrama Nusantara.

Meski pemenuhan permintaan-permintaan tersebut masih harus dibuktikan, langkah dialog memang yang sudah lama dinanti. Langkah inilah yang dulu terkenal dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid dan diapresiasi tinggi oleh rakyat Papua hingga kini.

Dialog ialah bentuk nyata kesejajaran. Ketika negara ini menginginkan kesatuan, semestinya ia mau pula duduk sejajar dengan rakyatnya.

Meski begitu, kita juga harus mengatakan bahwa satu dialog saja tidak cukup. Pemerintah hendaknya berdialog dengan segenap lapisan masyarakat, utamanya kaum muda terpelajar dari Papua karena peran mereka mulai menggeser posisi tokoh adat dan tokoh agama di tengah masyarakat.

Harus diakui bahwa mereka yang selalu bergerak terkait dengan Papua ialah anak-anak muda terpelajar yang tersebar di berbagai kota di Indonesia maupun di luar negeri. Mereka terhubung satu sama lain melalui jejaring komunikasi. Kendati anak-anak muda itu dibesarkan di alam kemerdekaan, pikiran mereka cenderung di luar spirit otsus.

Dialog dengan kelompok-kelompok yang berbeda, terutama dengan kalangan muda terpelajar, merupakan langkah yang mesti dilakukan untuk penyelesaian konflik di Papua secara menyeluruh.

Meski kesatuan ialah harga mati bagi Indonesia, dialog dengan berbagai kelompok tidak boleh dianggap tabu. Bukankah kita telah punya bukti nyata akan ampuhnya dialog lewat perdamaian yang terwujud di Aceh?



Berita Lainnya
  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.