Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Agar Kabinet Tancap Gas

15/8/2019 05:00

PELANTIKANNYA sebagai presiden untuk periode kedua masih dua bulan lebih, tetapi Joko Widodo telah merampungkan susunan kabinetnya. Jika dibandingkan dengan periode pertama pemerintahannya, susunan kabinet kali ini rampung lebih cepat.

Finalnya susunan kabinet bisa bermakna positif, baik secara politik maupun ekonomi bila ia segera diumumkan. Secara ekonomi, pasar yang menanti-nanti segera mendapat kepastian dan diharapkan bereaksi secara positif. 

Secara politik, pengumuman kabinet yang segera akan mengurangi peluang mereka yang ingin merecoki komposisi kabinet yang sesungguhnya merupakan hak prerogatif sekaligus eksklusif seorang presiden.

Pun secara politik, tuntasnya penyusunan kabinet juga mengakhiri semua bentuk spekulasi mengenai perebutan kursi menteri jatah partai politik. Parpol harusnya menerima langkah Presiden yang telah meneguhkan kewenangan prerogatifnya dalam pembentukan kabinet.

Jika ada menteri dari kader parpol, itu tentu sebagai bentuk hasil kompromi untuk mengadopsi kekuatan politik yang ada. Kompromi itu merupakan langkah politis untuk menjamin stabilitas dukungan parlemen.

Jokowi tentu sudah memastikan kader-kader parpol yang dipilihnya ialah sosok yang cakap dan profesional di bidangnya. Yang terpenting, baik profesional maupun kader partai, mereka harus mampu menerjemahkan apa yang dimaksud presiden, kemudian membuat inovasi agar dapat dilaksanakan.

Bahkan lebih jauh lagi polemik urusan penambahan koalisi sudah tutup buku. Menurut Jokowi, 62% dukungan parpol koalisi yang telah mendukungnya dalam pilpres lalu sudah cukup. Tiada lagi keinginan untuk menambah koalisi dengan anggota baru.

Artinya, tidak akan ada kader parpol dari pendukung Prabowo Subianto- Sandiaga Uno yang akan duduk di kursi menteri, dan berdasarkan komposisi itu, Jokowi yakin pemerintahan akan berjalan secara efektif.

Kabinet dan koalisi telah tuntas dibangun. Tentu perlu timbal balik. Jokowi-Ma'ruf Amin tidak ingin partai yang mendudukkan kadernya di kursi menteri genit dan mbalelo dalam mendukung kebijakan pemerintah. Semua parpol agar menempatkan garis dan tujuan koalisi secara benar, menjadi instrumen untuk membuat setiap kebijakan yang ditelurkan pemerintah lebih cepat sampai ke masyarakat.

Jokowi memastikan jumlah kementerian dalam kabinet periode kedua nanti tetap sama dengan periode pertama, yakni 34 orang. Susunan menteri itu akan lebih banyak diisi kalangan profesional ketimbang dari parpol dengan porsi 55%-45%.

Jokowi juga menyebut bakal ada kementerian baru yang merupakan  penggabungan dari sejumlah kementerian sebelumnya. Salah satunya kementerian investasi, yang akan berkonsentrasi di bidang digital dan  industri kreatif.

Satu lagi efek kejut khas Jokowi yang akan diterapkan dalam penyusunan kabinet barunya, yakni janji adanya menteri yang berusia muda, di bawah 35 tahun. Hemat kita, siapa pun menterinya, asal mereka mampu dengan matang mengelola kementeriannya, tidak apa-apa.

Yang tak kalah penting, bila susunan kabinet segera diumumkan, para menteri terpilih bisa merancang program kerja sambil menunggu pelantikan. Jokowi pun bisa segera memberi penugasan dengan target terukur. Setelah itu, begitu dilantik, mereka bisa tancap gas dalam menjalankan roda pemerintahan.

Jokowi menggambarkan kabinet baru ini dengan kata 'kecepatan'. Kita berharap kabinet bisa cepat bekerja mengatasi segala ketertinggalan negara ini demi mencapai kesejahteraan rakyat.



Berita Lainnya
  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.