Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
LISTRIK sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok masyarakat. Lebih dari itu, keberadaan listrik bahkan menjadi bagian dari kemajuan peradaban suatu bangsa. Tatkala listrik padam total di suatu wilayah untuk jangka waktu lama, pantas bila masyarakat resah.
Masyarakat resah karena kehidupan mereka ibarat mundur ke zaman batu. Karena itulah, di zaman modern, kehadiran listrik suatu keniscayaan. Ibaratnya, listrik tidak boleh padam sedetik pun.
Keresahan itulah yang kemarin melanda warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Tiba-tiba saja listrik padam sekitar pukul 12.00 WIB untuk jangka waktu lama.
Dampak pemadaman listrik sangat terasa. Perjalanan kereta listrik terhenti. Pembayaran tol terganggu. Pembicaraan terkait dengan listrik mati pun ramai di media sosial.
Dampak yang paling dirasakan anak milenial ialah matinya jaringan seluler. Mereka tidak bisa berselancar di dunia maya sehingga dunia seakan kiamat.
PT PLN langsung menyampaikan permintaan maaf. Penyebabnya ialah gangguan pada sejumlah pembangkit di Jawa.
Disebutkan bahwa ada gangguan pada gas turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya. Sementara itu, gas turbin 7 saat ini dalam posisi mati. Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga mengalami gangguan.
Gangguan itulah yang mengakibatkan aliran listrik di Jakarta dan daerah sekitarnya mengalami pemadaman.
Pada saat bersamaan, di Jawa Barat terjadi gangguan pada transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya listrik di sejumlah daerah.
Banyak pertanyaan yang mengganggu akal sehat yang harus dijawab PLN secara terbuka dan jujur. Apakah masuk akal gangguan untuk sejumlah pembangkit di Jawa pada waktu bersamaan itu? Apakah mungkin ada faktor lain yang menjadi penyebab, sabotase misalnya?
Tidak ada jalan lain, harus dilakukan investigasi secara menyeluruh. Bila perlu, itu melibatkan berbagai pihak untuk mengetahui secara pasti sumber penyebab gangguan sejumlah pembangkit pada waktu bersamaan.
Mestinya PLN mempunyai perencanaan menghadapi keadaan darurat sehingga tidak menimbulkan dampak yang tak terduga dan jauh lebih serius. Dampak tak terduga itu, misalnya terhentinya kereta di stasiun bawah tanah atau terganggunya pelayanan di ruang operasi rumah sakit.
Gangguan pembangkit yang menyebabkan mati total listrik di Ibu Kota hendaknya tidak terulang lagi jika negeri ini ingin sejajar dengan negara modern lainnya.
Harus ada komitmen PLN agar tolerasi mati listrik cukup satu jam per tahun sebagaimana Singapura, misalnya. Tengoklah pula bagaimana Jepang memiliki back-up memadai begitu semua pembangkit listrik nuklirnya di shut down karena kasus gempa dan tsunami di Fukushima.
Ketidaksiapan, apalagi ketiadaan sistem back up, standar, atau contingency plan memunculkan pertanyaan siapkah bangsa ini memasuki peradaban modern?
PLN mestinya malu pada pelanggannya. Sebab, bila pelanggan terlambat membayar rekening, listrik langsung dicabut. Mestinya, ada kompensasi untuk pelanggan bila listrik mati berjam-jam.
INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved