Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Bersama-sama Jaga Indonesia

21/1/2019 05:00

NEGARA Kesatuan Republik Indonesia ibarat tubuh yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. Satu bagian terluka, sakitnya terasa di sekujur tubuh bangsa. Karena itu, segenap anak negeri perlu bergandengan tangan menjaga dan merawat Indonesia.

Bergandengan tangan menjaga Indonesia bermakna seluruh komponen bangsa bersekutu merawat keragaman sebab keragaman itulah yang menjadi kekayaan bangsa. Menjaga Indonesia sesungguhnya ialah ikhtiar untuk terus merawat Bhinneka Tunggal Ika.

Indonesia dilahirkan sebagai bangsa beragam. Terdapat sekitar 700 suku, lebih dari 1.000 bahasa lokal, serta jumlah penduduk nomor empat terbesar dunia yang tersebar di sekitar 17 ribu pulau. Kesadaran mengenai kebinekaan akan menumbuhkan sikap saling menghargai dan memandang perbedaan sebagai anugerah yang wajib dijaga dan dirawat.

Keragaman negeri ini, diakui atau tidak, sedang diuji dengan membanjirnya serbuan berita bohong dan informasi menyesatkan. Apalagi di tahun politik ini, hoaks menjadi ancaman serius. Disebut ancaman serius karena pembuat berita bohong bermaksud mendelegitimasi proses pemilu yang sedang berlangsung demi meraih kekuasaan.

Disadari atau tidak, penyebaran hoaks di media sosial telah menjadi bagian dari permainan busuk politik. Pelakunya ialah elite atau orang yang berafiliasi dengan kelompok kepentingan dalam kontestasi politik. Fenomena itu pun tidak khas Indonesia karena negara lain, seperti Amerika Serikat dan Brasil, juga menghadapi peredaran hoaks dalam kontestasi politik mereka.

Industri hoaks sangat menyadari bahwa informasi bohong disertai data abal-abal menjadi sarana ampuh untuk menciptakan persepsi publik. Tujuannya tentu saja meraih dukungan dan suara dalam kontestasi politik.

Arus hoaks yang kian deras mengalir di media sosial berpotensi membuat polarisasi dalam masyarakat. Berpotensi membelah warga berdasarkan pilihan politik. Hoaks yang terus diproduksi di media sosial sudah mulai merongrong keutuhan bangsa.

Hoaks harus dilawan. Kita tidak boleh berpangku tangan, harus bersama-sama turun tangan melawan hoaks sekarang juga. Melawan hoaks pada dasarnya sebuah ikhtiar merawat negeri.

Tentu saja dibutuhkan peranan pers yang berkualitas untuk melawan hoaks. Kualitas itulah yang tak lelah dibenahi pers agar masyarakat kembali merujuk ke media tepercaya yang dapat diuji secara waktu.

Kualitas pers dibangun di atas kemerdekaan. Pada butir konsiderans menimbang dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, kemerdekaan pers itu menjadi perhatian utama.

Disebutkan, kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 harus dijamin.

Menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis itulah yang selalu dijunjung tinggi pers nasional yang mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Sebagai bagian dari pers nasional, harian ini yang pada 19 Januari memasuki usia 49 tahun secara sadar mengangkat tema Menjaga Indonesia. Ada lima pilar yang mesti dijaga, yaitu ekonomi, keberagaman, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan.

Ada komitmen kuat, sangat kuat, untuk bersama-sama dengan elemen masyarakat lainnya menjaga negeri dari dampak negatif media sosial yang kerap mengganggu demokrasi dan rasionalitas rakyat. Demokrasi akan sungguh-sungguh memperkuat daulat rakyat bila kita senantiasa menjadi sahabat akal waras.

 



Berita Lainnya
  • Saat Tepat untuk Berhemat

    30/3/2026 05:00

    SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.

  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.