Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Siapa Ingin Indonesia Bubar?

26/3/2018 05:00

ADA istilah self-fulfilling prophecy dalam dunia psikologi.

Maknanya kira-kira, siapa yang membayangkan sesuatu terjadi, sesuatu itu benar-benar terjadi.

Bahkan, orang tersebut secara alami akan mengupayakan supaya hal yang dibayangkan itu betul-betul terjadi.

Kita kiranya bisa menggunakan self-fulfilling prophecy itu sebagai perspektif untuk melihat pernyataan Prabowo Subianto.

Ketua Umum Partai Gerindra itu dalam satu kesempatan menyinggung bahwa Indonesia bubar pada 2030.

Orang-orang di sekitar Prabowo membelanya dengan mengatakan pernyataan itu satu peringatan, warning.

Dari perspektif self-fulfilling prophecy, alih-alih peringatan, jangan-jangan Prabowo memang membayangkan Indonesia bubar pada 2030?

Sekurang-kurangnya pernyataan Prabowo menggambarkan sikap pesimistis seorang elite politik.

Kita senantiasa didorong bersikap optimistis dan berpikir positif supaya hal-hal baik yang akan terjadi.

Sebaliknya, sikap pesimistis dan pikiran negatif bisa mendatangkan keburukan pada kita.

Elite politik semestinya memberi teladan kepada rakyat dengan terlebih dahulu menunjukkan sikap optimistis dan pikiran positif, bukan meracuni rakyat dengan sikap pesimistis dan pikiran negatif.

Ke mana Prabowo yang dulu dengan penuh optimisme mengatakan "Indonesia 'macan Asia'"?

Apakah karena bukan di tangan Prabowo, Indonesia tidak bisa menjadi macan Asia sehingga sekarang ia membayangkan Indonesia bubar?

Di tangan siapa pun kendali pemerintahan dan negara ini, kita semestinya bergotong royong membuat Indonesia semakin maju, utuh, dan kukuh.

Bayangan Indonesia bubar pada 2030 didasarkan pada novel Ghost Fleet.

Secanggih apa pun, novel tetap fiksi dan fiksi bukan prediksi yang didasarkan pada fakta empiris dan data ilmiah.

Apakah sesuatu yang didasarkan pada fiksi bisa dikatakan peringatan?

Faktanya, berdasarkan ukuran ilmiah yang disebut indeks kerapuhan negara (fragile state index), kondisi Indonesia terus membaik sejak 2006.

Itu artinya Indonesia semakin utuh dan kukuh.

Kondisi Indonesia memburuk dua poin pada 2016. Kita menduga itu disebabkan hiruk pikuk pilkada DKI di penghujung 2016.

Kita semua tahu apa dan siapa yang menjadi penyebabnya.

Karena kita mampu mengelola dinamika di pilkada, kondisi Indonesia jadi jauh lebih baik, meningkat 8 poin pada 2017.

Bangsa ini punya banyak kisah sukses menghadapi ancaman kerapuhan dan perpecahan.

Pengalaman itu semestinya cukup bagi kita untuk tetap bersikap optimistis dan berpikiran positif bahwa Indonesia semakin maju, utuh, dan kukuh.

Tiada tempat bagi sikap pesimistis dan pikiran negatif.

Rakyat kiranya membutuhkan pemimpin yang bersikap optimistis dan berpikiran positif.



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik