Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK hikmah yang bisa kita dapatkan dari Hari Raya Idul Adha. Jika kita mencerna spirit dari ritual pengurbanan Ismail oleh sang ayah, Ibrahim ketika itu, di sana terpotret adanya kepatuhan, ketulusan, serta keikhlasan yang semuanya berlevel luar biasa.
Namun, hakikat paling utama dari Idul Adha tak lain ialah pengorbanan, kerelaan untuk berkorban. Ini tentu tak cukup hanya dengan simbolisme menyembelih hewan kurban dan membagi-bagikan dagingnya kepada fakir miskin, kepada sesama yang membutuhkan.
Dalam konteks yang lebih luas, berkurban ialah kesediaan untuk mengerem syahwat kerakusan dan menghilangkan nafsu keserakahan. Dengan kata lain, Idul Qurban mesti dimaknai dengan kesediaan untuk mengorbankan semua ego diri demi kepentingan yang jauh lebih besar. Kurban seharusnya juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk menyembelih juga sifat hewani dalam diri kita.
Makna ini sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Kini di hampir semua lini kehidupan, egosentrisme pribadi atau kelompok terlihat lebih menonjol. Motif kekuasaan dan penumpukan kekayaan seperti teramat menjiwai gerak sebagian anak bangsa yang sudah lupa arti pengorbanan. Cara-cara kotor pun mereka halalkan demi menggapai keinginan dan memenuhi ego.
Fenomena Saracen belakangan ini kian menguatkan argumen itu. Tak terpikir oleh akal sehat bagaimana berita bohong (hoaks) dan ujaran-ujaran untuk menebar kebencian mereka fabrikasi secara besar-besaran demi mencapai tujuan akhir mereka dari sisi bisnis maupun politis.
Begitu pula dengan fenomena tak berkesudahannya kasus-kasus korupsi baru yang terus bermunculan. Egosentrisme yang berpadu dengan hedonisme dan materialisme menjadi semacam kekuatan baru yang sulit dibendung. Korupsi, kolusi, penumpukan kekayaan adalah fenomena yang terlahir dari dominasi tata nilai seperti itu.
Semua itu seolah mengonfirmasi bahwa hal-hal yang menyangkut pengorbanan kini telah banyak digantikan oleh spirit mengabdi kepada motif mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya. Banyak persoalan bangsa saat ini muncul akibat lemahnya semangat untuk berkorban bagi orang lain, spirit untuk berkorban bagi sesama.
Karena itu, tidak bisa tidak, persoalan bangsa ini juga mesti diselesaikan dengan memupuk sebanyak-banyaknya spirit pengorbanan. Jika Republik ini tak ingin terus berkubang dalam lumpur egosentrisme dangkal yang terbukti telah melahirkan penyakit-penyakit sosial, seperti kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketertindasan, inilah saatnya kita berubah.
Momentum Idul Adha sangat pas dan relevan untuk kembali mengingatkan hal itu. Ketika berbagai peristiwa dan fenomena menyedihkan tadi kian menjauhkan individu dari ikatan-ikatan sosial, Idul Adha datang dengan menyandang spirit untuk menautkan kembali ikatan-ikatan yang telah terlepas itu.
Sekali lagi, Idul Adha ialah pengingat yang mesti dimaksimalkan untuk menghilangkan, menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang masih bersemayam dalam diri kita. Tak mudah, memang, tetapi bisa dilakukan selama spirit rela berkorban terus digelorakan.
Selamat Idul Adha 1438 H
GUGURNYA tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Libanon menjadi pukulan keras bagi Indonesia.
RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.
SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.
MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved