Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA hari lahirnya yang ke-71, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendapat apresiasi tinggi atas kinerja mereka. Banyak pihak yang kini menilai positif sekaligus memberikan pujian kepada Polri, termasuk Presiden Joko Widodo. Beberapa survei dan lembaga juga mulai menempatkan Polri sebagai institusi yang mendapat persepsi positif dari publik.
Ada sejumlah prestasi Polri yang dianggap publik lumayan menonjol. Dalam hal-hal seperti penangkapan bandar dan pengedar narkoba, pemberantasan terorisme, penangkapan penyebar teror dan hasutan, Polri harus diakui mencatat progres yang baik. Ancaman teror terus bermunculan, bahkan polisi pun makin sering menjadi target teror, tapi Polri dinilai mampu menanganinya.
Jangan lupakan pula tentang penjagaan keamanan dan ketertiban selama masa mudik Lebaran 2017, pengamanan tamu-tamu negara berlevel VIP, serta peran mereka membantu pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan. Juga soal kepiawaian mereka meniti rintangan dalam beberapa kasus yang sangat sensitif di masyarakat.
Itu semua kian mengukuhkan bahwa kinerja Polri saat ini memang sedang di atas rata-rata. Setelah ini tentu menjadi tugas berat Polri untuk menjaga agar persepsi publik yang baru tumbuh itu tak gampang runtuh. Apalagi, tak bisa dimungkiri, daftar tantangan bagi Polri masih panjang.
Di antara prestasi yang berhasil mereka torehkan, tentu ada pula catatan-catatan negatif terkait dengan profesionalisme yang harus menjadi perhatian dan pekerjaan rumah bagi polisi. Dalam hal penanganan korupsi, misalnya, Polri tampaknya masih inferior di hadapan KPK. Entah karena fokus di isu lain atau sebab yang lain, korps kepolisian kerap dituding tak maksimal memberantas korupsi.
Padahal, sesungguhnya jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, gerak polisi dalam penanganan kasus korupsi belakangan ini sudah lebih terlihat. Bahkan bila menengok indeks korupsi lembaga-lembaga negara dan swasta yang dilansir Global Corruption Barometer (GCB), Maret 2017 lalu, kepolisian menampakkan progres yang sangat bagus.
Pada 2013, Polri masih ditempatkan sebagai lembaga terkorup nomor satu, sedangkan tahun ini terjun ke nomor lima. Di luar soal korupsi, polisi juga dituntut cepat menuntaskan kasus-kasus yang membetot perhatian publik. Ada dua kasus yang setidaknya kini menimbulkan kontroversi, yakni penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan dan pengeroyokan disertai pembacokan terhadap ahli telematika ITB Hermansyah yang dikait-kaitkan dengan persoalan hukum yang tengah menjerat pemimpin FPI Rizieq Shihab.
Dua kasus itu, mau tidak mau, memunculkan spekulasi-spekulasi liar yang berpotensi memojokkan Polri sekaligus memancing kegaduhan baru bila tak segera dituntaskan. Artinya, spekulasi publik itu hanya akan bisa dijawab dan tak berujung pada kegaduhan dan kegelisahan apabila polisi betul-betul profesional dan transparan dalam mengungkap siapa pelakunya dan apa motifnya.
Semua itu ialah ujian yang harus dipandang korps kepolisian sebagai pengingat agar mereka tak terlena dalam buaian puja-puji. Itulah sedikit dari selaksa tantangan yang mesti dilewati Polri untuk menguji profesionalitas dan integritas mereka, sekaligus demi mengerek persepsi publik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.
PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.
PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.
Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.
PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.
PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.
PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun.
SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.
TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved