Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA dua ayat yang menguraikan tentang tujuan puasa di surah Al-Baqarah. Pertama, ayat 183 yang sangat populer, yakni "La’allakum tattaqun" dan ayat kedua 185 yang berbunyi, "Wa litukabbirullaha 'alaa mahadaakum wala'allakum tasykuruun."
Kedua ayat dalam Alquran itu menguraikan dua tujuan dari puasa.
Pertama, tujuan takwa. Itu sebenarnya dapat dikatakan tujuan perantara, sedangkan yang kedua ialah tujuan akhir, yaitu syukur.
Takwa terambil dari kata waqa-yaqi, yang berarti berlindung. Orang yang bertakwa kepada Allah, berarti berlindung kepada Allah dari segala keburukan. Karena itu, orang yang bertakwa selalu berhati-hati. Bagaikan seorang yang berjalan di jalan penuh duri. Ia akan berhati-hati.
Siksa ada dua macam. Ada siksa di dunia dan ada siksa di akhirat. Siapa yang melanggar perintah Tuhan yang berkaitan dengan agama, tidak disiksa di dunia. Tidak salat, tidak disiksa di dunia. Dia bisa jadi disiksa di akhirat.
Namun, yang mengabaikan hukum-hukum Tuhan, yang berkaitan dengan kehidupan, siapa yang mendekat kepada api, pasti akan merasa panas.
Ketika Allah SWT memerintahkan bertakwalah kepada Allah, itu maksudnya hindarilah segala sesuatu yang dapat menimbulkan bencana kepada kamu. Baik bencana duniawi maupun bencana ukhrawi.
Melanggar tuntunan agama dalam bidang pelaksanaan syariah, tidak mendapat siksa-Nya di dunia, walaupun dapat itu hanya panjar. Melaksanakan tuntunan agama di dunia, itu ganjarannya di akhirat. Kalaupun dapat, itu hanya panjar, tetapi jangan berkata mereka yang melanggar itu tidak akan tersiksa di neraka karena memang siksanya di akhirat nanti.
Mari kita bertakwa dengan kedua sisi takwa ini sehingga kita melaksanakan puasa ini sebagaimana yang dikehendaki oleh tujuannya yang disebut dalam Al-Baqarah 183 itu. (*/H-2)
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Mengabaikan aktivitas fisik sama sekali selama bulan Ramadan penuh dapat berdampak negatif pada tingkat kebugaran seseorang.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Menu yang menarik lainnya adalah Ikan dan Ayam Timbungan, menjadi hidangan otentik karena dimasak dengan Bambu yang menambah citarasa dan aroma masakan.
Pengawasan ini menyasar berbagai komoditas protein hewani untuk memastikan stabilitas di tingkat pedagang.
Perumda Dharma Jaya memprediksi harga daging sapi akan mengalami kenaikan sekitar 7% hingga 15% di periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved