Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Bahaya Gula & Garam Berlebih saat Puasa: Picu Jerawat & Kulit Kering

 Gana Buana
05/3/2026 17:31
Bahaya Gula & Garam Berlebih saat Puasa: Picu Jerawat & Kulit Kering
Konsumsi gula dan garam berlebih saat buka puasa & sahur picu kulit kering hingga jerawat.(Dok. Freepik)

MENJAGA kesehatan kulit selama bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Selain perubahan pola tidur, asupan makanan saat sahur dan berbuka puasa memegang peranan krusial bagi tampilan fisik kita.

Dokter spesialis dermatologi memperingatkan bahwa konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat memicu masalah kulit serius, mulai dari kekeringan ekstrem hingga munculnya jerawat.

Risiko Multi-Layer Hydration Loss Akibat Gula dan Garam

Dermatolog Fitria Agustina, menjelaskan bahwa diet tinggi garam dan gula akan membuat sel-sel tubuh kehilangan air. Kondisi ini memicu fenomena yang dikenal dengan istilah multi-layer hydration loss.

"Mengonsumsi diet tinggi garam dan tinggi gula itu akan membuat sel tuh kehilangan air, jadi lebih kering, skin barrier-nya juga terganggu," ujar dr. Fitria. Ketika lapisan pelindung kulit (skin barrier) rusak, kulit tidak hanya menjadi kering, tetapi juga lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi.

Mengapa Jerawat Sering Muncul di Pekan Pertama Puasa?

Banyak masyarakat mengeluhkan kemunculan jerawat pada fase awal Ramadan, tepatnya di minggu pertama atau pertengahan minggu kedua. Menurut Fitria, hal ini berkaitan erat dengan hidrasi tubuh yang belum optimal saat beradaptasi dengan pola makan baru.

Gangguan pada hidrasi memengaruhi keseimbangan mikrobioma pada kulit.

Jika mikroorganisme alami kulit mengalami ketidakseimbangan atau disbiosis, maka berbagai masalah kulit akan muncul. Selain jerawat, rusaknya hidrasi kulit dapat memicu kekambuhan (flare-up) pada kondisi medis seperti:

  • Dermatitis Atopik: Peradangan yang sering muncul di wajah.
  • Rosacea: Kondisi kulit kemerahan yang menyerupai jerawat.
  • Psoriasis: Penyakit kulit kronis yang sensitif terhadap tingkat hidrasi tubuh.

Dampak Gorengan terhadap Produksi Minyak Berlebih

Gorengan sering kali menjadi menu wajib saat berbuka puasa. Namun, dr. Fitria mengingatkan bahwa tepung yang digunakan dalam gorengan adalah karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi. Karbohidrat olahan ini memicu lonjakan insulin (insulin peak) yang signifikan saat berbuka.

"Ini akan berpengaruh terhadap kadar IGF-1 dan kerja dari sebosit atau kelenjar minyak, sehingga menghasilkan minyak lebih banyak," jelas lulusan Universitas Indonesia tersebut. Selain itu, kandungan minyak pada gorengan juga memengaruhi hormon androgen yang memperparah aktivitas kelenjar minyak di kulit.

Tips Menjaga Kulit Tetap Sehat Selama Ramadan

Agar kulit tetap terhidrasi dan bebas jerawat, berikut adalah rekomendasi dari Fitria Agustina:

  1. Manajemen Cairan: Pastikan minum minimal 8 gelas air sehari dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat buka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur).
  2. Batasi Gorengan: Jangan mengonsumsi gorengan secara berlebihan dan pastikan meniriskan minyaknya terlebih dahulu sebelum dimakan.
  3. Hindari Makanan Ekstrem: Kurangi makanan yang terlalu asin atau terlalu manis saat sahur dan berbuka untuk mencegah dehidrasi seluler.
  4. Nutrisi Seimbang: Utamakan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang memiliki kandungan air tinggi.

Dengan memperhatikan asupan nutrisi dan menjaga hidrasi, Anda tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar tanpa harus mengorbankan kesehatan dan kecantikan kulit. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya