Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMAT Hari Anak Nasional 2025 hari ini. Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai momentum untuk mengingatkan seluruh masyarakat akan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak. Pada 2025, HAN mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”.
Salah satu faktor yang sering luput dari perhatian, namun sangat krusial, ialah kenyamanan dan keamanan rumah sebagai tempat anak tumbuh dan belajar mengenal dunia.
Bagi anak-anak, rumah bukan hanya tempat untuk tidur dan makan, tetapi juga ruang pertama tempat mereka merasa aman, dicintai, dan didengarkan. Rumah yang nyaman dan sehat menjadi fondasi penting bagi perkembangan fisik, emosional, dan kognitif anak.
Lalu, seperti apa kriteria utama dalam memilih hunian ramah anak? Yuk, simak di bawah ini.
Berikut beberapa kriteria utama dalam memilih hunian yang ramah anak, dari Cove, perusahaan teknologi properti (Proptech), dari keterangan resmi yang diterima, Rabu (23/7).
1. Pilih hunian yang memiliki ruang untuk pergerakan anak
Sebaiknya pilih hunian dengan ruang yang memadai untuk pergerakan anak. Sebab, selama masa pertumbuhan, anak memiliki banyak energi untuk bergerak dan mengeksplorasi dunia di sekitar mereka.
Selain itu, kondisi emosional anak masih belum sepenuhnya stabil, sehingga bisa meledak-ledak ketika mereka mulai merasa bosan. Berlari, bermain, dan berpindah-pindah tempat menjadi aktivitas yang anak gemari karena tidak hanya menyalurkan energi mereka, tetapi juga menghibur. Oleh karena itu, hunian yang memiliki ruangan yang memadai menjadi optimal untuk anak yang aktif.
2. Aksesibilitas mudah ke lokasi-lokasi strategis
Memilih hunian dengan lokasi strategis menjadi penting bagi keluarga. Orangtua harus mempertimbangkan akses yang mudah ke rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, maupun titik-titik rekreasi lainnya agar kebutuhan anak dapat dipenuhi secara mudah.
Selain itu, orangtua juga perlu mempertimbangkan akses dekat ke tempat bekerja masing-masing agar waktu perjalanan semakin efisien dan menghadirkan lebih banyak waktu berkualitas (quality time) bersama anak.
3. Ketersediaan fasilitas rekreatif yang lengkap bagi anak
Selain fasilitas dalam kamar, ketersediaan fasilitas tambahan di area hunian dapat memberikan lebih banyak ruang beraktivitas bagi anak tanpa harus bepergian terlalu jauh. Orangtua dapat mencari hunian yang memiliki akses ke ruang hijau, kolam renang, atau area bermain outdoor yang dapat memfasilitasi kegiatan hiburan yang bisa mendukung stimulasi anak secara positif.
4. Kesesuaian hunian dengan anggaran keluarga
Memiliki rumah idaman menjadi mimpi semua orangtua, namun bukan berarti kenyamanan anak perlu dikorbankan selama proses menuju pembelian rumah.
Menyewa hunian seperti co-living eksklusif maupun apartemen dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan sewa rumah bisa menjadi pilihan, selagi mendapatkan akses ke fasilitas yang nyaman seperti housekeeping dan maintenance hunian. Dengan begitu, orangtua bisa menabung untuk rumah masa depan. (Nas/M-3)
Selain berdampak pada aspek sosial, sektor perumahan juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Temukan panduan lengkap tentang rumah. Mulai dari definisi, fungsi vital, ragam gaya arsitektur, hingga tips cerdas membeli hunian impian Anda di sini.
Temukan panduan lengkap mengenai rumah, mulai dari fungsi, tren desain terkini, hingga tips cerdas membeli hunian impian bagi keluarga Anda di sini.
Penggunaan material yang tepat sejak awal, seperti perpipaan yang tahan lama dan sanitary berkualitas, justru membantu memangkas biaya jangka panjang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa kesulitan untuk memiliki rumah menjadi salah satu alasan anak muda di kota takut menikah.
Rumah dan lingkungan yang terdampak banjir harus segera dibersihkan agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan kuman dan jamur yang dapat memicu munculnya masalah kesehatan dan penyakit.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved