Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMILIKI busana yang berbahan premium tentu nyaman dikenakan. Umumnya bahan premium biasanya terasa lembut dan tidak membuat gerah. Meski begitu, untuk menjaga busana yang berbahan premium tetap awet dan warnanya tidak memudar, busana tersebut harus dirawat dengan baik
Perancang busana Tanah Air Ayu Dyah Andari, menjelaskan bahwa bahan yang sangat premium memang harus dirawat sebaik mungkin.
"Memang kalau bahan yang sangat premium apalagi seperti sutra, itu memang harus diperlakukan secara halus," katanya, saat dijumpai Media Indonesia di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (19/1).
Baca juga: Sinopsis Film OOTD (Outfit Of The Designer), Film Pertama Bertema Fesyen
Selain itu, Ayu juga menjelaskan beberapa tips mudah merawat busana berbahan premium.
1. Hati-hati Saat Mengenakannya
Ayu mengungkapkan tips yang pertama yang harus dilakukan bagi kamu pemilik busana berbahan premium adalah hati-hati saat mengenakan busana tersebut.
"Karena baju yang berbahan premium lebih rapuh dibanding pakaian berbahan polyester yang banyak," ungkap Ayu.
2. Tidak Menggunakan Mesin Cuci
Ayu menjelaskan kamu sebaiknya tidak menggunakan mesin cuci saat mencuci pakaian berbahan premium karena penggunaan mesin cuci dapat membuat busana tersebut mudah rusak. Salah satu opsi yang bisa dilakukan ialah dry cleaning. "Mencucinya harus dry clean, gak boleh masuk mesin cuci," papar Ayu.
Dry cleaning merupakan cara mencuci pakaian yang tidak menggunakan air namun cairan khusus yang bernama perchloroethylene. Akan tetapi, apabila kamu tetap ingin mencucinya menggunakan air, kamu bisa mencucinya dengan tangan dan hanya sedikit dikucek.
"Terus kalau memang sayang sama fabric itu, aku saranin untuk kalau yang bisa dengan air, itu hand wash, jangan masukin ke mesin cuci. Jadi memang memperlakukan bajunya dengan penuh kasih sayang," ucap Ayu.
Baca juga: Desainer Agnes Linggar Hadirkan Karya Fashion 'Garden of GAIA' di Sarinah
3. Tidak Langsung Terpapar Matahari
Setelah dicuci dengan tangan, kamu tidak boleh menjemur busana tersebut di bawah sinar matahari langsung. Hal ini untuk menjaga warnanya tidak memudar dan tetap bagus.
"Terus untuk menjaga warna, kalau matahari yang terlalu strong, itu cenderung bisa merubah warna. Lebih baik jangan langsung kena matahari," ujar Ayu.
4. Lapisi Saat Menyetrika Busana
Ayu menuturkan bahan-bahan premium seperti salah satunya sutra masih bisa untuk disetrika. Namun, menyetrikanya tidak bisa sembarangan dan harus berhati-hati.
"Bahan premium kayak sutra pun masih bisa disetrika," kata Ayu. Ia menambahkan menggunakan setrika biasa bisa asalkan suhu panas dari setrika diatur dan panasnya cukup sedang.
"Aku biasanya aku lapisi lagi dengan kain yang halus biar gak langsung kena aliran panas dari besi setrikanya," saran Ayu.
"Kadang2 kalau panasnya tidak sesuai, itu bikin tekstur bahan berubah menjadi lebih mengkilap," lanjutnya.
Akan tetapi, apabila kamu kesulitan menyetrika dengan setrika biasa, Ayu menyarankan untuk menggunakan setrika uap atau steam iron agar lebih aman.
Lazada Indonesia menggandeng dua jenama lokal, Klamby dan Wardah, untuk menghadirkan koleksi spesial Ramadan 2026 sekaligus merespons perubahan perilaku konsumen.
Koleksi limited edition Year of the Horse dari New Era menonjolkan kualitas craftsmanship yang detail dengan nuansa selebrasi yang lebih halus (subtle).
Melalui koleksi eksklusif bertajuk Moroccan Daydream, Tasya membawa standar estetika tingginya ke dalam busana siap pakai untuk menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Busana yang dikenakan Adelia tersebut merupakan koleksi Lebaran dari jenama Lina Sukijo bertajuk Gema Rayya.
Arumi memilih atasan berbentuk seperti mantel panjang berwarna merah marun, pilihan warna yang memberikan kesan megah dan berwibawa.
Zaskia dan Shireen Sungkar mengajak audiens untuk merenungkan kembali makna warisan yang tidak hanya berwujud karya fisik, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang diteruskan lintas generasi.
Dalam disertasinya, Laely menghadirkan kontribusi substantif melalui model komunikasi budaya yang ia sebut sebagai “Tanah-Tangan-Tutur”.
DESAINER muda berbakat Nabila Misha kembali menunjukkan kreativitasnya melalui peluncuran Raya Collection 2026 bertema ‘The Quiet Opulence’.
Sejak mengambil alih tugas desain pada 1980, lima tahun setelah Hello Kitty pertama kali diluncurkan, Yuko Yamaguchi telah mengubah karakter mungil ini menjadi fenomena budaya dunia.
Desainer mode Indonesia, Nila Baharuddin mempersembahkan koleksi busana pada acara eksklusif bertajuk “帰郷 ~Kikyō~ A Designer’s Homecoming” di Malinda Furniture Gallery Showroom
Busana yang dikenakan Nancy Ajram merupakan bagian dari koleksi Ivan Gunawan Deluxe, lini couture Ivan Gunawan.
Jakarta Fashion Week menghadirkan mulai dari nama-nama besar hingga talenta baru dari ajang Lomba Perancang Mode, Fashion Force, dan tentu saja para penggemar mode.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved