Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
WAHANA Parker Solar Probe milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) semakin dekat dengan rekor sejarah dunia. NASA menargetkan wahananya itu akan berjarak sangat dekat dengan matahari pada 24 Desember 2024.
Dikutip dari BBC, pada 24 Desember 2024, wahana Parker Solar hanya akan berjarak 6,7 juta km dari permukaan sang surya. Menjadi benda buatan manusia pertama yang memiliki jarak terdekat dengan matahari.
"Ini akan menjadi pencapaian monumental bagi seluruh umat manusia. Ini setara dengan pendaratan di bulan pada tahun 1969," kata Astrofisika Johns Hopkins University yang juga merupakan Ilmuwan dalam proyek misi Parker Solar Probe, Nour E. Raouafi dikutip dari BBC, Selasa (2/1).
Terbang dalam misi 'Touch the sun', wahana Parker Solar Probe pertama kali diluncurkan pada 12 Agustus 2018. Wahana tersebut dipastikan semakin hari akan semakin dekat dengan matahari.
Dalam misinya, Wahana tanpa awak itu diharapkan dapat membantu manusia mendapatkan data dan informasi serta pemahaman lebih dalam tentang matahari, yang paling utama cara kerja atmosfer luar matahari.
Baca juga: Valkryie, Robot Humanoid NASA untuk Misi Berisiko
Untuk menacapai targetnya di 24 Desember 2024, wahana Parker Solar Probe dilaporkan akan mencatatkan rekor kecepatan menembus angka 435.000 mph (mil/jam).
Sebagai gambaran, kecepatan itu setara dengan terbang dari New York menuju London hanya dalam waktu kurang dari 30 detik. Kecepatan tersebut bisa tercapai karena didukung adanya tarikan gravitasi besar dari matahari.
Meski telah diluncurkan sejak 2018, namun tantangan besar akan dihadapi wahana Parker Solar Probe menuju 24 Desember nanti. Diperkirakan suhu yang akan menerpa wahana antariksa itu akan mencapai 1.400 derajat Celcius. Strategi Parker adalah masuk dan keluar dengan cepat dari balik pelindung panas yang tebal.(M-4)
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Sebuah komet baru yang melesat menuju Matahari disebut berpotensi menjadi “Komet Besar” pada April mendatang. Komet itu bernama C/2026 A1 (MAPS).
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
Ilmuwan mengusulkan misi luar angkasa untuk mengejar komet antarbintang 3I/ATLAS dengan memanfaatkan manuver Oberth dekat Matahari.
Setelah puluhan tahun menjadi misteri, NASA akhirnya berhasil membuktikan penyebab letusan matahari melalui wahana Parker Solar Probe.
Wahana antariksa Parker Solar Probe milik NASA berhasil menyelesaikan terbang dekat keduanya dengan Matahari pada 22 Maret 2024.
NASA mencetak sejarah dengan keberhasilan misi Parker Solar Probe yang berhasil mendekati Matahari lebih dekat dengan jarak hanya 3,8 juta mil.
Parker Solar Probe, pesawat luar angkasa NASA, akan terbang dalam jarak terdekatnya dengan matahari pada malam Natal, yakni 3,8 juta mil dari permukaan bintang tersebut.
Pada malam Natal, NASA's Parker Solar Probe akan mencetak rekor baru dengan mendekati permukaan matahari sejauh 3,8 juta mil dengan kecepatan mencapai 430.000 mph.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved