Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK sedikit orang yang menderita kanker paru telat mendapat pertolongan karena terlambat atau tidak menyadari gejala-gejala yang muncul. Akibatnya, keberhasilan pengobatan pun menjadi rendah.
Sebab itu, disarankan untuk mengetahui gejala-gejala kanker paru seperti batuk kronik selama 2-3 minggu berturut-turut, batuk berdarah, sesak napas dan nyeri dada yang tidak sembuh dengan pengobatan dan lainnya. Selain itu, hal yang tak kalah penting ialah melakukan skrining meski tidak adanya gejala kanker paru.
Dokter spesialis paru Erlang Samoedro menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan kanker paru bisa dialami oleh seseorang bahkan orang yang berusia masih muda.
"Ada faktor genetik, lalu mulai merokok di usia yang masih muda dan lainnya. Lalu, kapan harus ke dokter? Kalau memiliki faktor risiko atau bahkan batuk kronik," ungkapnya saat sesi diskusi bertajuk Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker Paru Pentingnya Akses Pemeriksaan Molekuler dan Imunohistokimia yang Komprehensif yang digelar oleh Roche Indonesia di Raffles Jakarta, Selasa (28/11).
Pakar Onkologi Toraks RSUP Persahabatan dan Ketua Association Study of Thoracic Oncology Prof. dr. Elisna Syahruddin mengatakan ada beberapa faktor risiko kanker paru.
"Perokok aktif, perokok pasif, bekas perokok belum sampai berhenti 15 tahun hingga genetik. Perokok aktif itu risiko yang dibeli," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.
"Risiko yang tidak dibeli tapi terpaksa ada adalah buruh pabrik semen dan bangunan. Karena mereka bekerja di lingkungan yang berkarsinogen. Karsinogen itu bisa dari debu semen, asbes, dan lain-lain," lanjutnya.
Baca juga: Vape Berbahaya Bagi Kesehatan dan Pengobatan Terkini Kanker Paru-Paru
Elisna menambahkan, orang yang tinggal di lingkungan karsinogen juga berisiko terkena kanker paru.
"Polusi juga menyebabkan risiko kanker paru," ucap Elisna.
"Kanker paru berbeda dengan kanker lain. Kanker paru itu multigen, jadi enggak ada satu gen aja yang bermasalah. Tapi ada (gen) yang dominan, akan menjadi pilihan yang tepat untuk diobati," lanjutnya.
Sebab itu, sangat penting melakukan skrining bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko tersebut guna meningkatkan angka harapan hidupnya.
"Beda skrining sama deteksi dini. Skrining dilakukan dengan pemeriksaan ketika seseorang sehat tapi punya faktor risiko. Nah, kalau sudah bergejala, namanya deteksi dini," tuturnya.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan skrining bisa dilakukan dengan difasilitasi BPJS. Orang yang diutamakan ialah yang memilki faktor risiko dan berusia 45-71 tahun, karena orang-orang tersebut rentan terkena kanker paru.
Koordinator Cancer Information & Support Center (CISC) Kanker Paru, Megawati Tanto, sempat didiagnosa mengidap kanker paru pada 2010. Kondisi itu diketahui setelah tiga tahun dinyatakan sembuh dari kanker usus besar. Megawati mengaku tak pernah berpikir gejala yang dialami merupakan tanda kanker paru.
"Gejala awalnya, saya enggak ada susah napas atau sesak napas tapi merasa lelah. Saya pikir lelah karena saya udah tua, sepuh. Tahu-tahunya saya udah stadium lanjut (kanker paru)," ceritanya.
"Tapi saya enggak cengeng, pokoknya semangat. Saya harus men-support diri sendiri. Moto saya (adalah) berserah bukan menyerah. Itu enggak gampang, itu proses tapi saya berhasil," lanjutnya.
Menurutnya, mengikuti anjuran dokter dan mematuhi perawatan yang direkomendasikan oleh dokter untuk kesembuhan sangat penting. Oleh sebab itu, ia selalu melaksanakan dan mematuhi perawatan dengan baik.
Kanker paru muncul dikarenakan adanya gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, tidak banyak bergerak, pola makan yang tidak sehat, dan lainnya. Sebab itu, untuk menghindari terkena kanker paru, dianjurkan untuk menjalankan pola hidup sehat.(M-4)
Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura telah lebih dulu memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah mereka untuk mencegah masuknya virus Nipah.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Tenaga kesehatan dibekali keterampilan VIA–DoVIA dan penggunaan AI HerLens dengan materi mencakup materi klinis, praktik lapangan, serta quality assurance.
Layanan skrining ini meliputi SPOT-MAS 10 yang merupakan tes non-invasif untuk mendeteksi dini 10 jenis kanker, HPV DNA urine untuk skrining kanker serviks.
Cermata hadir sebagai solusi ilmiah untuk menjawab tantangan akses skrining mata konvensional yang masih terbatas, terutama di lingkungan sekolah dasar dan anak dengan disabilitas.
Kasus kanker di kalangan usia muda terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan pasien.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Trubus menyarankan agar pemerintah segera mengaktifkan kembali kepesertaan PBI BPJS dan menanggungnya sementara oleh negara sambil melakukan evaluasi.
Jika ditemukan warga miskin yang membutuhkan pelayanan kesehatan namun belum terdaftar sebagai peserta BPJS atau PBI, maka harus segera didaftarkan melalui skema UHC.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
PBI BPJS Kesehatan adalah skema iuran BPJS yang dibayar pemerintah bagi warga miskin dan rentan. Ketahui pengertian, manfaat, dan penerimanya di sini.
Wamensos Agus Jabo Priyono mengatakan telah berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan dan Badan Jaminan Jaminan Sosial (BPJS) pasien PBI
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved