Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai tidak semua persoalan kebijakan publik harus diselesaikan melalui Peraturan Presiden (Perpres), termasuk polemik terkait BPJS. Menurutnya, pemerintah saat ini lebih fokus pada pembenahan substansi masalah melalui koordinasi lintas kementerian ketimbang menunggu terbitnya regulasi formal.
Hal itu disampaikan Prasetyo saat merespons pertanyaan pewarta di Istana Kepresidenan, Senin (9/2). Ia menjelaskan pembahasan baru dilakukan pada pagi hari yang sama dan telah menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
"Tunggu secepatnya, tapi saya kira juga tidak perlu juga formil menunggu perpres ya, karena itu kan tadi pagi kalau saudara-saudara ikuti, sebenarnya kita ini sudah berkoordinasi sebelumnya, mencari sesungguhnya muncul permasalahan ini ada di mana," kata Prasetyo.
Ia menuturkan, pemerintah sejak awal menelusuri akar persoalan BPJS, terutama yang berkaitan dengan mekanisme pencatatan dan verifikasi data. Dari proses tersebut, pemerintah kemudian merumuskan solusi bersama DPR dalam suasana diskusi yang dinilainya konstruktif.
"Tadi pagi kan alhamdulillah diskusinya sangat bagus banget, konstruktif, dan sudah ada beberapa solusi yang kemudian disepakati itu menjadi kesimpulan di dalam rapat dengan DPR," ujarnya.
Prasetyo juga menepis anggapan, penyelesaian masalah BPJS harus menunggu penandatanganan Perpres oleh Presiden. Menurut dia, kebijakan di sektor kesehatan dan perlindungan sosial dapat langsung dijalankan oleh kementerian terkait sepanjang substansi masalahnya jelas.
"Gak harus menunggu pakai perpres. Kan kebijakan baik di BPJS, maupun di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial karena kan problemnya muncul oleh karena pencatatan," ucapnya.
Ia menekankan, pencatatan data tidak boleh disalahartikan sebagai pengurangan hak masyarakat, melainkan bagian dari upaya memastikan subsidi tepat sasaran. Dalam proses verifikasi, pemerintah menemukan masih adanya penerima bantuan iuran yang secara ekonomi tidak lagi memenuhi kriteria.
"Pencatatan itu kenapa terjadi perubahan, karena proses pada saat kita memverifikasi supaya semua subsidi-subsidi itu tepat sasaran. Ternyata juga di dalam proses itu masih ditemukan di desil 6 sampai bahkan desil 10 itu kurang lebih ada 15 ribu sekian ya seharusnya tidak masuk dalam kategori penerima bantuan iuran itu, tapi masih masuk," jelas Prasetyo.
Menurutnya, penyesuaian data tersebut memerlukan sinkronisasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Badan Pusat Statistik. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat koordinasi dan eksekusi kebijakan tanpa harus terikat pada prosedur penerbitan Perpres. (Mir/P-3)
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025 merupakan solusi atau jawaban inefisiensi industri pupuk yang diterbitkan berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan.
Persetujuan tersebut disampaikan melalui surat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada Menteri HAM Natalius Pigai.
Mandat tersebut juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Meskipun penguatan kapasitas negara untuk menjaga stabilitas nasional sangat penting, pembagian kewenangan antarlembaga harus tetap berada pada koridor hukum yang tepat.
Pemerintah resmi menetapkan Perpres Nomor 79/2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 yang mengatur arah pembangunan nasional, termasuk percepatan pembangunan IKN.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
PREVALENSI obesitas nasional pada penduduk berusia sekitar 18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan. Angka ini naik dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved