Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom telah menemukan lubang hitam supermasif tertua – hampir berasal dari zaman Dentuman Besar (Big Bang).
Lubang hitam yang diperkirakan 10 hingga 100 juta kali lebih besar dari Matahari kita, berjarak 13,2 miliar tahun cahaya, berada di galaksi UHZ-1. Ini berarti cahayanya telah menempuh perjalanan 13,2 miliar tahun untuk mencapai teleskop luar angkasa kita – menjadikannya gambaran menakjubkan dari masa lalu kuno.
Ini juga berarti bahwa alam semesta terbentuk hanya 500 juta tahun setelah Big Bang (13,7 miliar tahun yang lalu), ketika alam semesta baru berusia tiga persen dari usianya saat ini.
Meskipun ini bukan salah satu lubang hitam paling masif yang pernah ada, lubang hitam ini luar biasa besarnya pada tahap awal pertumbuhan dan 'terlahir secara masif', kata para peneliti.
Bagaimana tepatnya lubang hitam pertama terbentuk pada masa awal alam semesta telah menjadi perdebatan lama di kalangan para astronom.
Namun, fakta bahwa lubang hitam ini sudah sangat tua dan memiliki massa yang begitu besar memberikan petunjuk penting bagi para astronom.
Para peneliti menduga itu terbentuk langsung dari runtuhnya awan gas yang sangat besar, berdasarkan sinar-X yang terdeteksi oleh teleskop James Webb.
"Akhirnya penemuan lubang hitam yang begitu besar, ketika alam semesta masih sangat muda, memberi tahu kita bahwa lubang hitam itu pasti sangat besar ketika pertama kali terbentuk, mungkin akibat keruntuhan langsung awan gas masif," kata penulis studi tersebut, Andy Goulding, di Universitas Princeton di New Jersey.
"Lubang hitam hanya mempunyai waktu yang sangat singkat untuk bertumbuh, yang berarti ia tumbuh sangat cepat atau lubang hitam tersebut terlahir lebih besar."
Terkenal sebagai inspirasi film fiksi ilmiah, lubang hitam adalah wilayah ruang dan waktu dengan tarikan gravitasi yang begitu kuat sehingga cahaya pun terperangkap. Mereka bertindak sebagai sumber gravitasi kuat yang menyedot debu dan gas di sekitarnya, serta planet dan bahkan lubang hitam lainnya.
Mereka sering digambarkan sebagai 'monster perusak' karena mereka mengobrak-abrik bintang, menghisap apa pun yang terlalu dekat, dan menahan cahaya.
Lubang hitam supermasif adalah jenis lubang hitam terbesar, dengan massa lebih dari 100.000 dan hingga 10 miliar kali massa Matahari kita.
Para peneliti memperkirakan massa lubang hitam ini antara 10 dan 100 juta matahari berdasarkan kecerahan dan energi sinar-X. Massa ini mirip dengan semua bintang di galaksi tempat ia tinggal – tetapi ini merupakan suatu keanehan astronomi. Biasanya, lubang hitam di pusat galaksi lain hanya berisi sekitar sepersepuluh persen massa bintang di galaksi induknya.
Tim peneliti mendeteksi sinar-X menggunakan dua teleskop luar angkasa NASA – James Webb, teleskop luar angkasa paling kuat yang dapat 'melihat kembali ke masa lalu', dan observatorium Chandra yang berusia seperempat abad.
Chandra, yang diluncurkan pada tahun 1999, sensitif terhadap sumber sinar-X yang 100 kali lebih redup dibandingkan teleskop sinar-X sebelumnya.
“Kami membutuhkan Webb untuk menemukan galaksi yang sangat jauh ini dan Chandra untuk menemukan lubang hitam supermasifnya,” kata penulis studi Akos Bogdan di Pusat Astrofisika di Cambridge, Massachusetts. (Daily Mail/M-2)
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Penentuan lintasan asteroid dilakukan melalui metode astrometri, yakni pengukuran posisi objek terhadap latar belakang bintang dari waktu ke waktu.
Teleskop Hubble NASA berhasil menangkap citra paling tajam komet antarbintang 3I/ATLAS. Objek misterius ini melaju hingga 209.000 km/jam dan berasal dari luar tata surya.
Walaupun suhu tersebut terlalu panas bagi keberadaan air cair di permukaan, planet ini menjadi subjek penelitian yang sangat berharga untuk memahami "lembah radius,"
Ilmuwan temukan potensi kacang arab sebagai sumber pangan masa depan utama di Bulan. Cek hasil penelitian NASA terkait ketahanan legum di tanah ekstrem luar angkasa.
Para astronom menyebut citra ini sebagai salah satu gambaran paling detail tentang bagaimana bintang seperti Matahari mengakhiri hidupnya.
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Astronom berhasil mengungkap pemicu ledakan dahsyat di Matahari melalui misi Solar Orbiter. Ternyata, solar flare dipicu oleh rangkaian gangguan magnetik kecil.
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.
Astronom temukan awan gas logam raksasa yang menyelimuti bintang serupa Matahari. Diduga berasal dari tabrakan antarplanet yang dahsyat.
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Pengamatan terbaru teleskop James Webb ungkap permukaan bulan-bulan kecil Uranus yang lebih merah, lebih gelap, dan miskin air dibandingkan satelit besarnya, serta menemukan satu bulan baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved