Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Fungsi media sosial tak hanya sebatas sarana informasi, tetapi juga dapat menjadi alat pembelajaran bagi siapa pun. Di dalamnya, kita dapat menemukan banyak inspirasi dan konten bermanfaat seperti pendidikan anak dan keluarga. Saat ini, banyak konten kreator yang menyajikan konten bertema edukasi, salah satunya Stephanie Hertanto.
Salah satu pendekatan yang diadopsi Stephanie dalam kontennya yakni bagaimana ia mendidik anak-anaknya di rumah melalui kegiatan bermain sambil belajar. Ia menerapkan konsep ini untuk mengenalkan kepada netizen bagaimana kegiatan mendidik anak di rumah dilakukan dengan menyenangkan melalui kegiatan bermain. Misalnya, ia memanfaatkan momen bermain untuk mengajarkan tentang hewan darat dan laut kepada anak-anaknya.
“Play based learning membuat pembelajaran lebih menarik buat anak. Alhasil mereka lebih mudah menyerap pelajaran. Anak akan belajar bukan karena mereka harus belajar, tapi karena mereka mau. Mereka belajar bukan karena menghafal tapi benar-benar mengerti” terangnya di Jakarta, belum lama ini.
Dalam kontennya, perempuan lulusan London School of Economics and Political Science di London Inggris itu, juga mengajarkan bagaimana aktivitas belajar sambil bermain dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah, seperti beras, pewarna makanan, dan sebagainya. “Tak perlu perlu biaya mahal untuk membeli bahan-bahan khusus. Saya ini buktikan bahwa pendidikan kreatif dan menyenangkan dapat dilakukan dengan sumber daya yang ada di sekitar kita,” tegasnya.
Kreativitas dan dedikasi Stephanie dalam membuat konten edukasi di akun media sosialnya berdampak positif. Kerja kerasnya membuat konten sejak 2020 membuahkan hasil dengan banyaknya brand yang telah bekerja sama. Perempuan kelahiran Bali pada 1992 itu berharap dapat terus menginspirasi bagi banyak orang. “Saya ingin terus menghadirkan konten-konten bermanfaat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan yang berbasis bermain,” ujar pemilik akun instagram @stephanie.hertanto ini. (M-3)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Fitur Horizontal Lock Galaxy S26 Ultra jadi perbincangan hangat. Simak keunggulan teknologi stabilisasi video terbaru Samsung di sini.
Memulai perjalanannya sebagai kreator konten, Eca Aura kini semakin memantapkan posisinya sebagai penyanyi profesional di bawah naungan label besar.
Melalui platform seperti YouTube dan Instagram, Endar Yuliwanto tidak hanya membagikan rutinitas harian seorang pegawai, tetapi juga membedah perspektif mendalam mengenai kewirausahaan.
Lipay Xia jatuh hati pada karakter Roronoa Zoro dan Portgas D Ace dalam anime One Piece.
Seri MGX dan URX dirancang untuk memberikan solusi audio yang praktis namun tetap berkualitas tinggi, baik untuk produksi konten, live streaming, maupun kebutuhan profesional lainnya.
Istana merespons adanya dugaan teror terhadap sejumlah kreator konten yang kerap mengkritik program pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved