Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELANTUN tembang Bento, Iwan Fals, bersama sang istri, Rosanna, mendapat kesempatan menyaksikan film Buya Hamka volume 1 sebelum tayang di bioskop secara publik dalam special screening di XXI Plaza Senayan, Rabu (12/4).
Usai menonton, Iwan Fals terkesan dengan cerita hidup sang ulama asal Minang bahkan tak sabar menanti film selanjutnya Buya Hamka volume 2. Dia pun berharap semakin banyak film yang mengangkat tokoh-tokoh inspiratif.
“Ya seru, saya tidak sabar menunggu volume berikutnya. Bagi saya ini penting ada tokoh seperti Buya Hamka, terima kasih untuk Falcon yang sudah membuat film luar biasa ini. Semakin banyak film seperti ini, semakin bagus,” ujar Iwan Fals saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (12/4).
Bahkan, setelah menonton film Buya Hamka, ayah dari almarhum Galang Rambu ini penasaran dan tertarik untuk membaca kisah asli tokoh bernama Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo yang dituangkan dalam novel dan beberapa buku karya Hakka.
“Nah gara-gara film ini saya mau baca bukunya, banyak buku yang bagus tadi ya di film. Saya jadi ingin membaca itu dan (Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk) juga,” ungkap musikus 61 tahun itu.
Pria dengan nama lengkap Virgiawan Liestianto menyebut film Buya Hamka banyak menyuguhkan berbagai pandangan dalam hal keislaman hingga kebangsaan. Iwan mengaku mendapatkan banyak ilmu baru ketika menyaksikan film biopik tersebut, terutama ilmu tentang Islam yang menjadi poin utama.
“Pelajaran agama, ya jadi tidak hanya hubungan antarmanusia tapi juga hubungan sama Tuhan. Itu kan fungsi damai, Islam,” kata pemilik lagu ‘Doa’ itu.
Iwan tak mau banyak bercerita terkait isi film dan menyarankan masyarakat untuk langsung menonton film apik tersebut pada libur lebaran nanti.
“Ya pokoknya nonton aja deh,” tutur pria kelahiran Jakarta itu.
Baca juga: Ini Alasan Jadwal Rilis Buya Hamka Dimajukan
Meskipun belum pernah melihat sosok Buya Hamka secara langsung di kehidupan nyata, Iwan tak asing dengan sosoknya sebagai seorang ulama lantaran sering melihat potret Buya Hamka di berbagi media. Menurutnya, ada sedikit perbedaan antara foto dengan tokoh di film.
“(Saya) belum pernah ketemu, hanya tahu dari media aja, untungnya ada film ini jadi lebih tahu. Hanya memang agak beda antara foto asli dan perannya,” imbuh Iwan Fals.
Kritik Pemerintah
Seperti layaknya Buya Hamka yang merupakan ulama dengan kritikan tajam terhadap pemerintahan orde lama kala itu, Iwan Fals sebagai salah satu penyanyi Tanah Air juga kerap menyampaikan kritikan tajam terhadap pemerintah lewat lirik lagu yang bertemakan sosial.
“Negara itu kan kesepakatan, jadi kita sama-sama sepakat dengan Pancasila. Ya sudah, jalani dan amalkan saja Pancasila dengan benar. Itu saja. Jika itu tercapai, maka negara kita menjadi negara yang benar,” ucap Iwan Fals seperti dilansir dalam Youtube Baim Paula pada Selasa (11/4).
Film Buya Hamka yang diperankan oleh Vino G Bastian, Laudya Cynthia Bella, Donny Damara, Reza Rahadian, dan bintang-bintang lainnya akan tayang serentak di seluruh biospok Indonesia pada 19 April.(M-4)
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Kehadiran hantu-hantu senior tersebut di film Sebelum Dijemput Nenek berfungsi untuk melengkapi teror yang ditebar oleh antagonis utama, Mbah Marsiyem.
Lagu Ibu sejatinya merupakan karya lama Iwan Fals, yang ia tulis pada tahun 1977 saat masih berusia belasan. Karya tersebut tercipta dari kerinduan mendalam kepada sang ibunda.
Single Ibu dari Iwan Fals dan Ebiet G Ade hadir sebagai pengingat abadi akan pentingnya sosok Ibu, yang disebut sebagai energi hidup dan penjaga kehidupan.
Lagu yang ditulis Ebiet G Ade itu menghadirkan nuansa emosional yang lebih dalam. Kehadiran suara Iwan Fals di dalamnya terasa seperti dialog antara dua sahabat lama.
Rasa kagum Isyana Sarasvati terhadap Iwan Fals telah ditunjukkan berkali-kali dengan mengundang musisi kawakan itu sebagai bintang tamu dalam konser tunggalnya.
Menurut aktor Denny Sumargo (Densu), pengisi suara karakter Panji Tengkorak. lagu Bunga Terakhir sangat relevan dengan kisah Panji yang kehilangan istrinya, Murni, secara tragis.
Iwan Fals dan Isyana Sarasvati berkolaborasi membawakan ulang lagu legendaris berjudul “Bunga Terakhir” karya Bebi Romeo sebagai soundtrack resmi film Panji Tengkorak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved