Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA beberapa dekade terkahir, puasa intermiten atau intermittent fasting menjadi strategi menurunkan berat badan yang populer di kalangan para pelaku diet.
Akan tetapi, sebuah studi yang ditulis Jordan Schueler, kandidat PhD di Departemen Ilmu Psikologi dan Otak di Texas A&M, menunjukkan puasa intermiten dapat meningkatkan risiko binge-eating dan gangguan makanan lainnya di masa depan.
Peneliti mengatakan Binge-eating merupakan kegiatan mengonsumsi makanan dalam porsi besar secara teratur dalam waktu singkat hingga perut terlalu kenyang (begah). Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Appetite itu mulai dikembangkan sejak 2019.
Schueler mengungkapkan informasi tentang efek psikologis dari puasa intermiten tergolong minim. Namun, secara medis bisa berdampak pada berat badan dan kolesterol.
"Saya tertarik untuk melihat bagaimana bentuk khusus dari diet terbatas waktu ini, orang mungkin mengabaikan isyarat lapar untuk waktu yang lama, itu juga dapat menyebabkan makan berlebihan," kata Schueler, Jumat (3/2).
Penelitian ini melibatkan 300 peserta dari kalangan mahasiswa sarjana sebagai sampel. Di antara peserta, 23,5% saat ini berpartisipasi dalam puasa intermiten, 16% pernah mencoba puasa intermiten dan 61% tidak pernah puasa intermiten sebelumnya.
Hasil menunjukkan peserta yang menjalani puasa intermiten pada masa lalu memiliki potensi terlibat dalam binge eating daripada peserta yang tidak pernah melakukan metode tersebut. Schueler mengatakan sistem apapun yang memaksa tubuh ke dalam pola makan yang tidak normal dapat berpotensi mengganggu perkembangan tubuh.
"Mereka yang menjalankan puasa intermiten mungkin bisa mengendalikan diri dalam mengonsumsi makanan," ujarnya.
Baca juga: Mengenal Diet Intermittent Fasting dan Caranya
Studi ini juga menemukan puasa intermiten cenderung tidak menyesuaikan dengan rasa lapar internal dan isyarat kenyang.
Namun, menurut Schueler, orang yang menjalankan puasa intermiten lazim mengalami rebound effect setelah pembatasan kalori yang parah, makan berlebihan terjadi. Rebound effect adalah produksi gejala negatif yang meningkat ketika efek terapi telah berlalu atau pasien tidak lagi merespons suatu terapi.
Temuan ini menunjukkan, meskipun puasa intermiten menjadi faktor seseorang untuk makan berlebihan saat sedang diet, hal itu kemungkinan memiliki efek yang bertahan lama pada hubungan seseorang dengan makanan. Sementara itu, ada beberapa jenis puasa intermiten namun semuanya mengikuti konsep yang sama, yaitu bergantian antara puasa dan makan.
Dengan pendekatan makan yang dibatasi waktu, pelaku diet hanya bisa mengisi perut selama jendela tertentu. Misalnya, dengan metode 16/8, orang tersebut berpuasa selama 16 jam dan kemudian dapat makan dalam rentang waktu delapan jam antara pukul 10.00 hingga pukul 18.00 WIB.
Sementara itu, beberapa ahli tidak menganggap puasa intermiten memiliki banyak manfaat penurunan berat badan jangka panjang dibandingkan pembatasan kalori standar.(M-4)
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MENINGKATNYA prevalensi obesitas di Indonesia mendorong perlunya pendekatan pengendalian yang semakin adaptif terhadap perilaku dan preferensi masyarakat.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Diet OMAD sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, khususnya oleh individu yang baru mencoba pola puasa. Sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, apalagi bagi pemula.
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Carnivore diet diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat karena tinggi protein dan lemak. Namun, diet ini minim serat dan berisiko bagi kesehatan jantung jika dilakukan jangka panjang.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved