Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Satu dari 10 kematian dini dapat dicegah jika setiap orang melakukan sedikit olahraga harian seperti jalan cepat selama 11 menit. Demikian hasil sebuah penelitian seperti dilansir AFP, Rabu (1/3).
Aktivitas fisik diketahui dapat mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan penyebab utama kematian lainnya, tetapi belum jelas berapa banyak yang dibutuhkan untuk memberikan dampaknya.
Jadi tim peneliti internasional mengumpulkan hasil dari 196 penelitian sebelumnya yang mencakup lebih dari 30 juta orang untuk membuat salah satu tinjauan terbesar yang dilakukan pada subjek tersebut.
Mereka menghitung bahwa sekitar satu dari enam kematian dini dapat dicegah jika setiap orang dalam penelitian tersebut melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit dalam seminggu, dengan intensitas sedang. Hal ini sesuai tingkat yang direkomendasikan oleh Layanan Kesehatan Nasional Inggris.
“Tetapi, bahkan setengah dari jumlah itu (75 menit seminggu, atau kurang dari 11 menit sehari) juga dapat mencegah satu dari 10 kematian tersebut,” demikian menurut meta analisis yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine.
Hal itu juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung sebesar 17% dan penurunan kanker sebanyak 7%.
Untuk orang yang melakukan sedikit atau tidak melakukan aktivitas fisik 11 menit sehari, menyebabkan risiko kematian dini 23% lebih rendah.
Soren Brage, seorang ahli epidemiologi aktivitas fisik di Universitas Cambridge Inggris dan rekan penulis studi tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa itu adalah kabar yang sangat baik.
"Yang perlu Anda lakukan adalah beraktivitas sedikit lebih dari 10 menit setiap hari. Dan Anda tidak harus pergi ke gym untuk melakukan aktivitas semacam ini. Itu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Dia menyarankan orang-orang berjalan kaki, misalnya dari halte bus ke tempat kerja atau mencoba bersepeda. "Ini sangat fleksibel," katanya.
“Karena butuh bertahun-tahun untuk menilai bagaimana olahraga memengaruhi risiko penyakit semacam itu, banyak penelitian dilakukan lebih dari satu dekade lalu,” kata Brage.
Hal itu berarti bahwa aktivitas yang dilaporkan oleh peserta penelitian kemungkinan kurang akurat dibandingkan dengan apa yang dapat dicapai oleh teknologi yang lebih baru, seperti pelacak kebugaran, kata Brage.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke membunuh 17,9 juta orang secara global pada 2019, sementara kanker menyumbang hampir 10 juta kematian pada tahun berikutnya. (M-3)
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Lagipula, wacana pembangunan ulang JPO Sarinah sudah berkembang sebelum Pramono menjabat Gubernur per awal tahun 2025 lal
Polisi membantah kabar bahwa pejalan kaki dapat ditilang melalui sistem ETLE
SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengimbau pengusaha restoran untuk bertanggung jawab menyediakan lahan parkir yang memadai bagi pengunjung agar tidak ke trotoar
"Dampak dari aktivitas ini sangat jelas, yaitu mengganggu pejalan kaki, menimbulkan kemacetan lalu lintas serta menyalahgunakan fasilitas umum,"
Pembersihan jalur pedestrian tidak bisa sepenuhnya mengandalkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
Pada Senin malam, sebuah sedan yang dikemudikan pria berusia 68 tahun menabrak pejalan kaki di pusat kota Seoul, mengakibatkan sembilan orang tewas dan empat terluka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved