Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Kerawanan pangan telah lama menjadi masalah serius bagi banyak negara di seluruh dunia. Laporan terbaru yang dikeluarkan Organisasi Pangan Dunia (FAO) mencatat hampir 350 juta orang di lebih dari 75 negara saat ini berada dalam keadaan rawan pangan akut. Artinya, hidup mereka dalam bahaya karena tidak memiliki cukup makanan.
Asisten Direktur Jenderal dan Perwakilan Regional FAO untuk Asia dan Pasifik Jong-Jin Kim mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan dalam perang melawan kelaparan dan segala bentuk kekurangan gizi terhenti, kemudian mengalami kemunduran.
Laporan yang diterbitkan oleh FAO, UNICEF, dan Program Pangan Dunia (WFP) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu menekankan pada ancaman kelaparan dan buruknya gizi masyarakat di perkotaan akibat dampak pandemi, kemiskinan, dan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.
"Hampir 55% dari populasi besar di kawasan ini (perkotaan) diperkirakan akan tinggal di daerah perkotaan pada 2030, hal itu akan memiliki konsekuensi yang sama besarnya bagi ketahanan pangan dan gizi perkotaan," tulis laporan tersebut, seperti dilansir dari Tasting Table pada Selasa (24/1).
Laporan tersebut juga mengamati bahwa pada tahun 2021, lebih dari satu miliar orang mengalami kerawanan pangan yang bersifat sedang atau parah dan 396 juta orang kekurangan gizi di wilayah Asia-Pasifik. Sementara itu, pejabat senior Keamanan Pangan dan Nutrisi FAO Sridhar Dharmapuri menyampaikan bhampir 1,9 juta orang tidak dapat membeli makanan sehat dan bergizi pada 2020.
Laporan dari hasil penelitian FAO, UNICEF, WFP, dan WHO itu menyebutkan beragam faktor yang memperburuk kerawanan pangan di Asia yang juga ada dalam konteks yang lebih luas di seluruh dunia, termasuk gangguan rantai pasokan terkait COVID-19, kenaikan biaya bahan bakar dan pupuk, serta inflasi harga pangan.
"Sangat ironis mengingat bahwa Asia dan regional Pasifik termasuk kawasan produsen terbesar bagi komoditas penting seperti beras, ikan, susu dan banyak lainnya. Namun, kita masih gagal menyajikan makanan bergizi bagi seluruh masyarakat di kawasan ini. Berarti ada masalah dalam sistem pertanian yang kita miliki sekarang," kata Jong-Jin Kim.
Menurut laporan FAO, urbanisasi di Asia terjadi begitu cepat sehingga pada tahun 2030, diproyeksikan 55% penduduk kawasan ini akan tinggal di perkotaan. Efek dari tren ini sudah terlihat dalam hal masalah kerawanan pangan. Hal tersebut membuat Asia sangat bergantung pada impor makanan, bahkan hampir dua triliun dolar AS per tahun dialokasikan untuk urusan ini.
Meskipun sekitar 55% penduduk regional masih berpenghasilan cukup untuk mempertahankan pola makan yang sehat, masih ada 45% warga yang tidak bisa memenuhinya, artinya dua miliar orang di Asia sekarang terkena dampak kerawanan pangan pada tingkat tertentu.
Menurut laporan tersebut, jumlah anak penderita stunting di Asia-Pasifik semakin meningkat mencapai hampir 75 juta atau setengah dari total di dunia. Sementara kualitas diet yang buruk juga mendorong peningkatan keseluruhan kelebihan berat badan dan obesitas pada anak.
Kaum wanita juga semakin berisiko terhadap konsekuensi kesehatan karena kerawanan pangan, dengan sekitar 33 persen wanita dewasa (usia 15 hingga 49) sekarang menderita anemia.(M-3)
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memberikan harapan membuncah bagi masyarakat terkait stok bahan pangan melimpah sampai Lebaran 2026.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga berbagai komoditas pangan segar menurun signifikan di pengujung tahun 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebanyak 22 ton beras Bulog yang tersimpan di shelter Posko Bencana Lanud Iskandar Muda. Beras itu disiapkan untuk dibawa ke Takengon, Aceh Tengah.
Kepala Perum Bulog Kanwil Bengkulu, Dodi Syarial di Bengkulu, mengatakan, pasokan pangan menjelang Nataru di Provinsi Bengkulu, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved