Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemanasan global akibat perubahan iklim telah memicu berbagai kejadian atau fenomena yang mengancam eksistensi makhluk hidup dan planet bumi, mulai dari gelombang panas, mencairnya es, hingga punahnya berbagai satwa. Kini ancaman perubahan iklim tak hanya dirasakan di bumi, namun mulai merambah ke ruang angkasa.
Menurut sebuah studi, perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi gas karbon dioksida telah menghambat kemampuan Bumi untuk membersihkan sendiri atmosfer atasnya, sehingga objek-objek orbit yang terdekat termasuk satelit mengalami sedikit gangguan.
Perubahan iklim ini tentu menjadi makanan empuk bagi perusahaan yang bergerak di bidang perawatan satelit, namun ketidakmampuan Bumi untuk membersihkan diri sendiri akibat kelebihan CO2 yang menumpuk di atmosfer dalam jangka lama akan menambah banyak puing ruang angkasa yang berpolusi dan berbahaya.
"Puing-puing ruang angkasa menjadi masalah yang berkembang pesat bagi operator satelit karena risiko tabrakan. Penurunan jangka panjang di atas pepadatan atmosfer semakin buruk," ujar Ingrid Cnossen, seorang peneliti di British Antarctic Survey seperti dilansir dari Futurism pada Rabu (26/10).
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, menggunakan model penelitian dari seluruh atmosfer untuk memeriksa bagaimana bagian atas wilayahnya yang membentang di ketinggian antara 56 dan 310 mil dari permukaan bumi yang telah berubah.
Perubahan yang terlihat antara iklim di atmosfer atas selama 50 tahun terakhir, dan berbagai hal yang mungkin bisa diprediksi oleh pergeseran-pergeseran itu tentang 50 tahun yang akan datang adalah hasil dari produksi emisi karbon dioksida yang semakin meningkat.
Penelitian Cnossen ini menegaskan sebuah pernyataan hang mengatakan bahwa gas rumah kaca sebenarnya memiliki dampak yang berlawanan pada atmosfer. Ia pun menyebut saat partikel CO2 itu menyedot panas terbatas yang tersedia maka atmosfer akan menyusut dan mendingin.
"Kejadian itu menimbulkan efek yang pada akhirnya membuat orbit satelit lebih mulus dan lebih lama, ditambah dengan permasalahan sampah yang disebabkan oleh pesawat ruang angkasa tua yang sudah mati," ungkapnya.
Semua orang pada akhirnya akan rugi jika puing-puing luar angkasa semakin tidak terkendali. Satelit baru akan mengalami kesulitan bekerja di tempat yang mungkin menjadi tempat barang rongsokan orbit dekat, dan manusia, di darat dan di luar angkasa, dapat menghadapi konsekuensi yang mengancam jiwa.
Para astronom dan penerbangan luar angkasa pada akhirnya akan rugi jika puing-puing luar angkasa semakin tidak terkendali. Selain itu, satelit baru akan mengalami kesulitan melangsungkan orbit di tempat yang terdapat banyak puing luar anhkasa, hal tersebut dapat menimbulkan konsekuensi yang mengancam jiwa.
"Saya berharap penelitian ini akan membantu dan memandu tindakan yang tepat untuk mengendalikan masalah polusi ruang angkasa dan bisa memastikan bahwa atmosfer bagian atas tetap menjadi sumber daya yang dapat digunakan di masa depan," jelas Cnossen. (M-3)
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Analisis mendalam Avatar: Fire and Ash sebagai metafora krisis iklim. Menghubungkan 'Bangsa Abu' dengan data kebakaran hutan global 2025-2026.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
NASA merilis foto luar biasa kolaborasi James Webb dan Chandra. Dua galaksi, IC 2163 dan NGC 2207, tertangkap sedang memulai proses tabrakan dahsyat.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved