Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Nama Romo dan Ilmuwan Asal Indonesia Diabadikan sebagai Nama Asteroid

Intan Safitri
21/1/2026 21:40
Nama Romo dan Ilmuwan Asal Indonesia Diabadikan sebagai Nama Asteroid
Romo Bayu Risanto(Dok. Vatican Observatory)

NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia kini resmi tercatat di luar angkasa. International Astronomical Union (IAU), otoritas global yang mengatur penamaan benda langit, menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid di Tata Surya. Asteroid tersebut tercatat dengan nomor (752403) Bayu Risanto dan berada di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Penamaan ini diumumkan melalui buletin resmi Working Group for Small Body Nomenclature (WGSBN), unit di bawah IAU yang bertugas menyeleksi dan mengesahkan nama asteroid. Proses ini bukan formalitas. Setiap nama yang disetujui melewati evaluasi ketat dan hanya diberikan kepada individu yang dianggap memberi kontribusi signifikan bagi ilmu pengetahuan atau kemanusiaan.

Bayu Risanto merujuk pada Romo Christoforus Bayu Risanto, SJ, seorang imam Katolik dari Serikat Yesus (Yesuit) yang juga berkiprah sebagai ilmuwan. Ia dikenal aktif dalam bidang meteorologi dan ilmu atmosfer, dengan fokus pada pemodelan cuaca dan sistem atmosfer tropis.

Bayu Risanto menempuh pendidikan lintas disiplin, mulai dari filsafat dan teologi hingga sains atmosfer. Kombinasi latar belakang ini membuatnya menempati posisi unik dalam komunitas ilmiah global. Saat ini, ia tercatat sebagai peneliti di Vatican Observatory atau Observatorium Vatikan, salah satu lembaga riset astronomi tertua di dunia.

Penamaan Asteroid 

Dalam tradisi astronomi internasional, asteroid umumnya diberi kode numerik saat pertama kali ditemukan. Nama baru hanya bisa diberikan setelah orbitnya dipastikan stabil dan mendapat persetujuan IAU. Tidak semua orang bisa diabadikan namanya. Penamaan biasanya diberikan kepada ilmuwan, seniman, tokoh kemanusiaan, atau individu yang dianggap memberi dampak nyata bagi peradaban.

Dengan diresmikannya nama (752403) Bayurisanto, nama ilmuwan Indonesia tersebut kini menjadi bagian permanen dari katalog benda langit internasional. Nama itu akan digunakan dalam publikasi ilmiah, basis data astronomi, dan referensi observasi global.

Lebih dari Sekadar Simbol

Bagi komunitas sains, penamaan ini bukan sekadar penghormatan simbolik. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa kontribusi ilmuwan dari Indonesia diakui setara di tingkat global. Di tengah dominasi negara-negara maju dalam riset astronomi, kehadiran nama Indonesia di peta Tata Surya membawa pesan yang jelas.

Penetapan nama Bayurisanto menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batas geografis atau latar belakang budaya. Kontribusi yang konsisten, relevan, dan berdampak tetap mendapat tempat, bahkan hingga ke luar angkasa. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya