Senin 11 Juli 2022, 18:25 WIB

Sering Bubuhkan Tambahan Garam ke Hidangan? Setop Kebiasaan Itu!

Irana | Weekend
Sering Bubuhkan Tambahan Garam ke Hidangan? Setop Kebiasaan Itu!

123RF/ lanika137
Orang-orang yang membubuhkan ekstra garam ke makanan mereka, memiliki 28% tingkat risiko kematian prematur yang lebih tinggi.

 


Banyak orang kerap menaburkan tambahan garam pada hidangannya. Jika Anda sala satunya, lenin baik Anda mulai mengurangi atau bahkan menyetop kebiasaan itu.

Sebuah penelitian jangka panjang di Inggris menyimpulkan, orang-orang yang membubuhkan ekstra garam ke makanan mereka, memiliki 28% tingkat risiko kematian prematur yang lebih tinggi ketimbang mereka yang tidak pernah atau jarang membubuhkannya.

Penelitian dilakukan oleh suatu perguruan tinggi di Inggris terhadap lebih dari 500 ribu warga di sana selama hampir satu dekade. Hasil penelitian menunjukkan orang yang selalu menambahkan garam ekstra ke makanan mereka 28% lebih mungkin meninggal sebelum berusia 75 tahun.

Kelebihan garam dalam sistem Anda menyebabkan retensi air dalam darah, memberi tekanan pada pembuluh darah serta meningkatkan tekanan darah Anda. Hal ini kemudian dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.

Penyakit jantung dan stroke adalah salah satu pembunuh terbesar, menewaskan sekitar 160.000 jiwa per tahun, dengan angka kematian Amerika sekitar lima kali lebih tinggi.
Pedoman NHS mengatakan orang dewasa tidak boleh makan lebih dari 6 gram garam sehari. Anak-anak harus mengonsumsi lebih sedikit.

Namun, para ahli mengatakan, garam 'tersembunyi' dalam makanan kita yang berarti banyak orang mengonsumsi lebih banyak garam yang mereka sadari.

Chloe MacArthur, dari British Heart Foundation, mengatakan, 'Kita membutuhkan garam dalam makanan kita. Tapi  terlalu banyak dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.  Penting bagi orang untuk berhati-hati dalam menambahkan banyak garam ke makanan, sebagian besar garam sudah ada dalam makanan sebelum kita membelinya."

Para peneliti memutuskan untuk berfokus pada perilaku pembubuhan garam pada hidangan yang sudah jadi (siap disantap) karena akan terlalu rumit jika menilai asupan garam yang terdapat dalam bahan makanan atau olahan masakan. Natrium biasanya ditambahkan ke berbagai makanan mulai dari makanan siap saji seperti sup instan hingga saus pasta agar rasanya lebih enak. Garam juga terdapat pada sejumlah produk makanan sebagai pengawet alami.

Penelitian tersebut diinisiasi Universitas Tulane yang menganalisis data dari 501.379 orang dari Biobank Inggris. Pada awalnya, orang-orang ditanya seberapa sering mereka menaburkan garam pada makanan mereka — dengan pilihan tidak pernah/jarang, kadang-kadang, biasanya atau selalu.

Selama rata-rata sembilan tahun masa tindak lanjut, tercatat sekitar 18.474 kematian dini (di bawah usia 75 tahun). Sekitar tiga dari setiap 100 orang berusia antara 40-69 meninggal sebelum waktunya --berdasar rata-rata usia kematian pada populasi umum.

Perhitungan baru untuk penelitian ini, yang diterbitkan dalam European Heart Journal, menunjukkan satu orang tambahan dari setiap 100 orang yang menambahkan garam ke makanan mereka bisa mati muda.

Profesor Lu Qi dan timnya juga menghitung berapa tahun para pecinta garam mengakhiri hidup mereka, dibandingkan dengan mereka yang tidak menambahkan garam. Pada usia 50, menurunkan harapan hidup wanita dan pria yang selalu menambahkan garam ke makanan mereka masing-masing sekitar 1,5 tahun dan 2,3 tahun.

Para ilmuwan menemukan risiko kematian dini berkurang sedikit pada orang yang makan paling banyak buah dan sayuran.

Profesor Qi menulis: 'Bahkan pengurangan sederhana dalam asupan natrium, kemungkinan akan menghasilkan manfaat kesehatan yang substansial. Menambahkan garam ke makanan di meja adalah perilaku makan umum yang secara langsung terkait dengan preferensi jangka panjang individu untuk makanan yang terasa asin dan kebiasaan asupan garam.'

'Dalam diet Barat, menambahkan garam di meja menyumbang 6 sampai 20 persen dari total asupan garam. Dan [itu] memberikan cara unik untuk mengevaluasi hubungan antara kebiasaan asupan natrium dan risiko kematian.'

Namun, ia juga menilai perlu studi lebih lanjut untuk memvalidasi temuan pihaknya itu sebelum membuat rekomendasi.

Penyakit jantung dan stroke menyebabkan seperempat kematian di Inggris, atau 160.000 per tahun, setara dengan sekitar satu kematian setiap tiga menit.
Di AS, lebih dari 877.500 orang Amerika meninggal karena penyakit jantung, stroke, atau penyakit jantung lainnya setiap tahun.

Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, penyakit kardiovaskular memiliki prevelansi 1,5% di Indonesia. Artinya setiap 15 dari 100 ribu orang di Indonesia mengidap seri penyakit tersebut, atau sekitar 4,2 juta orang, dengan sebagian besar di antaranya adalah penyakit jantung. Pada 2016, jantung koroner juga dinyatakan sebagai salah satu 'pembunuh' utama warga usia produktif di Tanah Air. (DailyMail/M-2)

Baca Juga

Dok. KawanKawan Media

Dibintangi Reza Rahadian, Film 24 Jam Bersama Gaspar Tayang Tahun Depan

👤Fathurrozak 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 00:01 WIB
Film tentang cerita pencurian ini juga dibintangi Shenina Cinnamon,  Sal Priadi, Dewi Irawan,  dan Laura...
123F

Ini Risiko Kesehatan dari Konsumsi Garam Berlebihan

👤Devi Harahap 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:25 WIB
Risiko disinyalir dapat dikurangi jika seseorang mengimbangi dengan lebih banyak makan sayur dan...
Dok Noice

Noice Siapkan Fitur Monetisasi bagi Kreator Podcast

👤Fathurrozak 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 13:58 WIB
Ke depan, platform streaming audio Indonesia, Noice, tengah mempersiapkan fitur-fitur monetisasi bagi para kreator...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya