Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Scott Sheppard, Ilmuwan Ruang Angkasa dari Carnegie Institution of Science, Amerika Serikat, baru-baru ini dikabarkan berhasil menemukan asteroid tercepat di Tata Surya. Asteroid yang dijuluki 2021 PH27 itu mampu mengelilingi Matahari dalam waktu 113 hari Bumi.
Asteroid 2021 PH27 termasuk dalam kategori batu ruang angkasa kecil. Diameternya kurang lebih sekitar satu kilometer, sementara orbitnya berbentuk lonjong (elips). Jarak orbit tersebut juga diyakini sebagai yang terkecil atau terdekat dari Matahari, ketimbang objek apa pun yang pernah ditemukan di Tata Surya.
“Memahami populasi asteroid penting untuk melengkapi sensus asteroid di dekat Bumi. Ini termasuk asteroid yang mungkin paling berdampak pada planet ini dan yang mungkin mendekatinya pada siang hari," kata Dr Sheppard, seperti dilansir dari Independent, Senin, (6/9).
Sheppard dan tim melacak asteroid ini menggunakan Dark Energy Camera (DECam) berkapasitas 570 megapiksel. Pengamatan dilakukan dari Chili, dimana para astronom menemukannya ketika mengorbit di dekat jalur Merkurius dan Venus, atau sekitar 20 juta kilometer dari Matahari.
Ketika mendekat ke Matahari, asteroid ini suhunya diperkirakan mencapai kurang lebih 500 derajat Celcius. Para ilmuwan percaya bahwa batu ruang angkasa kecil ini mungkin telah terbentuk di sabuk asteroid utama, yang terletak diantara Mars dan Jupiter. Ia terlepas dari sabuk tersebut karena gangguan gravitasi dari planet-planet lain dan kemudian masuk lebih dekat ke Matahari, atau yang menjadi orbitnya saat ini.
Namun, berdasarkan kemiringan orbitnya yang tinggi sebesar 32 derajat, para ilmuwan juga berspekulasi bahwa asteroid itu bisa jadi adalah komet yang sudah punah dari Tata Surya bagian luar. Komet itu bisa saja tertarik ke orbit yang lebih dekat ketika melintas di dekat salah satu planet dalam. (M-4)
Ilmuwan menemukan saluran plasma raksasa yang menghubungkan Tata Surya dengan ruang antarbintang. Struktur mirip wormhole ini memengaruhi aliran sinar kosmik dan perlindungan radiasi Bumi.
Pernahkah Anda bertanya mengapa orbit planet berbentuk datar seperti piringan? Simak penjelasan ilmiahnya.
PLANET Mars dikenal sebagai planet merah karena warnanya yang kemerahan. Namun, jika diamati dari Bumi, kecerahannya tidak selalu sama.
Hal ini disebabkan oleh komposisi planet yang sangat tidak biasa dan lokasinya yang terlalu dekat dengan Matahari.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
2025 MN45 harus tersusun dari material yang sangat kokoh agar tidak hancur akibat gaya sentrifugal dari putarannya yang ekstrem.
Asteroid raksasa memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, namun mamalia bertahan. Simak faktor evolusi dan adaptasi yang membuat mamalia selamat dari kepunahan massal.
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Para ilmuwan NASA baru saja mengumumkan penemuan sebuah “bulan mini” baru, yaitu sebuah asteroid kecil bernama 2025 PN7 yang akan bergerak seiring dengan Bumi
NASA tengah memantau pergerakan tiga asteroid yang melintas dekat Bumi dalam rentang waktu hanya dua hari.
Peneliti menemukan jejak mikroba purba di batuan kawah asteroid Danau Lappajärvi, Finlandia. Temuan ini menunjukkan kehidupan bisa muncul kembali beberapa juta tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved